Teknologi yang Bakal Menjadi Tren di 2022 Ini, Perlu Peningkatan Keamanan Siber

keamanan siber

Selular.ID – Pada tahun 2021, perekonomian digital mencapai titik tertinggi sepanjang masa meskipun berada di masa pandemi.

Dan berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company baru-baru ini melaporkan bahwa Indonesia bakal menjadi pusat ekonomi digital terbesar di dunia dan memiliki potensi untuk berkembang melalui penggunaan layanan digital.

Ditambah akselerasi jaringan 5G di Tanah Air, dapat dipastikan dapat mendorong berbagai peluang bisnis baru, termasuk adopsi digital yang lebih luas dan pengembangan infrastruktur teknologi yang lebih kuat.

Baca juga: Pengamat: Selain Anggaran, Tata Kelola Manajemen Keamanan Siber Lembaga Negara Lemah

Kendati demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di tengah laju pertumbuhan teknologi yang tak dipungkiri bakal mengubah dunia menjadi lebih baik di 2022.

Surung Sinamo, Country Manager F5 Indonesia menjelaskan, Di 2022 ecommerce akan mengalami lonjakan besar, berkat kenyamanan, keamanan, dan fleksibilitas yang ditawarkan di tengah COVID-19.

Perusahaan penyedia teknologi terkait keamanan pusat data dan lingkungan cloud, pun menekankan banyak peluang bagi konsumen untuk melakukan pembelian melalui perangkat mereka, dan hal ini diprediksi dapat mendorong transaksi digital di Indonesia mencapai $37 miliar pada tahun 2022.

“Makin banyak masyarakat yang sudah menggunakan pembayaran digital secara rutin, terutama dengan maraknya program Buy Now, Pay Later (BNPL), yang memunculkan kebutuhan akan keamanan transaksi secara daring. Dengan demikian, bank pun akan meningkatkan fokus mereka pada keamanan ecommerce untuk meminimalisir hacker dan penjahat dunia maya,” terangnya.

Kemudian kombinasi jaringan 5G dan AI juga akan berperan dalam mengubah cara hidup dan cara kerja masyarakat Indonesia. Salah satu dampak yang paling signifikan akan terjadi di bidang pengembangan perangkat lunak.

Di tahun 2022, pengembangan perangkat lunak yang didukung AI akan banyak dilakukan, sehingga terdapat pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin secara otomatis.

Pergeseran ini akan menghasilkan produk perangkat lunak yang lebih cepat, lebih baik, dan dapat diandalkan.

Penyimpanan daring cloud akan terus berkembang melalui solusi khusus. Solusi ini akan memungkinkan cloud menjadi solusi transformasi gudang, restoran, toko ritel, dan lain sebagainya.

Mereka juga akan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memanfaatkan teknologi terbaru seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan machine learning (ML).

Baca juga: Laporan: Serangan Siber ke Mata Uang kripto Jadi Sasaran Favorit di 2022

“Dengan munculnya teknologi, perusahaan lebih rentan terhadap pembobolan keamanan. Alat, keahlian, proses Teknologi Informasi, dan kemampuan analitik mereka perlu ditingkatkan melalui penggunaan AI dan manajemen cloud,” kata Surung.

Kemudian Cloud computing juga akan memainkan peranan besar dalam membantu semua data yang tersedia dari perangkat digital yang jumlahnya terus bertambah untuk menjadi lebih mudah dipahami. Di sinilah edge computing berperan.

“Edge computing terjadi secara lokal dan bukan pada server jarak jauh. Sebaliknya, edge computing memproses data dari asalnya. Semua pemrosesan dilakukan sebelum data melewati jaringan untuk kembali ke level cloud,” lanjutnya.