Anomali Kinerja Apple di Tengah Terbatasnya Pasokan Chip

apple pasokan chip

Selular.ID – Apple melaporkan rekor pendapatan untuk tahun fiskal Q1 2022 (periode dari 26 September hingga 25 Desember 2021) meskipun ada kekurangan pasokan komponen yang signifikan. 

Walaupun mampu membukukan kinerja yang luar biasa, namun CEO Apple Tim Cook, mencatat bahwa industri smartphone telah memburuk selama periode tersebut.

Pada panggilan pendapatan, Cook mencatat beberapa chip lama kekurangan pasokan, dengan iPad yang paling terpukul dari semua produk Apple, di mana penjualan turun 14% tahun-ke-tahun meskipun permintaan kuat.

“Kami memang melihat peningkatan pada kuartal Maret dalam hal kendala yang turun”, ujar Cook.

Baca juga: Chipset Intel Terbaru Lebih Cepat Daripada Apple M1 Max

Suksesor Steve Jobs itu, mencatat bahwa App Store menawarkan 14.000 aplikasi AR ketika ditanyai tentang perkembangan metaverse, area yang menurut Apple memiliki “banyak potensi” dan “berinvestasi sesuai”.

Sepanjang periode Q1 2020, laba bersih raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino – California itu, naik 20,4% menjadi $ 34,6 miliar dari pendapatan $ 123,9 miliar, naik 11,2%.

Penjualan iPhone 9,2% lebih tinggi, menghasilkan 57,8% dari total pendapatan. Cook memperkirakan pertumbuhan yang berkelanjutan karena pelanggan meng-upgrade handset. “Kami masih benar-benar berada di babak awal 5G”.

Apple berkinerja baik di China, area yang diprediksi analis mungkin lemah, dengan penjualan naik 21 persen. Untuk pertama kali dalam enam tahun terakhir, Apple menjadi vendor nomor satu di China. 

Baca juga: Kualitas Kamera Vivo X70 Pro Kalahkan Iphone 13

Apple memperoleh pangsa pasar 23% yang mengesankan setelah pertumbuhan kuartalan 79% yang luar biasa, menjadikannya posisi teratas untuk pertama kalinya sejak Q4 2015.

Penjualannya 32% lebih tinggi dari tahun lalu, didorong oleh permintaan yang kuat dari seri iPhone 13 dan model reguler khususnya.

Kinerja luar biasa di China, yang merupakan pasar ponsel terbesar di dunia, pada akhirnya mampu mengantarkan  Apple sebagai penguasa smartphone global untuk kali pertama, menggusur Samsung yang selama belasan tahun bertahan sebagai market leader.

Laporan firma riset Canalys, menunjukkan Apple mampu menggamit 22% pengiriman smartphone di seluruh dunia, berkat permintaan yang tinggi dari iPhone 13.

Menurut Analis Canalys, Sanyam Chaurasia, pertumbuhan Apple di kuartal tersebut didorong oleh kinerja yang luar biasa dari iPhone 13 dengan harga agresif dan menjaga kosistensi proposi nilai dari perangkat.

Meski dibelit persoalan yang sama, Apple dalam posisi lebih baik dari para pesaingnya, karena memiliki posisi tawar yang lebih tinggi kepada pemasok. Alhasil, Apple relatif mampu mengatasi persoalan rantai pasokan, termasuk pasokan chip yang terbatas.

Di sisi lain, terbatasnya pasokan komponen, membuat vendor lain keteteran, sehingga berdampak pada pangsa pasar.

Baca juga: iPad Pro 2022 Punya Modul Kamera Mirip iPhone 13 & Fitur Wireless Charging

Hal itu terlihat dari pencapaian Samsung yang harus lengser ke posisi dua. Chaebol Korea itu, hanya meraup 20% pangsa pasar sepanjang Q4-2021. Xiaomi yang berada di peringkat ke tiga, juga hanya menggamit 12%, Diikuti oleh Oppo pada posisi empat dengan pangsa pasar 9%, menurun sebesar 1% dibandingkan periode yang sama 2020.

Menggenapi posisi lima besar di tempati oleh Vivo. Vendor yang sama-sama dengan Oppo, bernaung di BBK Group itu, juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, dengan kinerjanya di pangsa pasar Q4 2021 sebesar 8%.    

Meski membukukan kinerja yang luar biasa, Apple sejauh ini tidak memberikan panduan untuk Q2 tahun fiskal 2022, karena apa yang disebut CFO Luca Maestri sebagai “ketidakpastian yang berkelanjutan di seluruh dunia”.