Kominfo: 9 dari 43 Insiden Perlindungan Data Pribadi Rampung Ditangani

kebocoran data

Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Informasika (Kominfo) melaporkan telah menangani total 43 insiden perlindungan data pribadi, dan 9 kasus diantaranya rampung ditangani,  24 kasus diantaranya masih dalam tahap penanganan.

“9 kasus yang ditangani itu telah kami berikan sanksi tertulis, administrative sampai rekomendasi perbaikan sistem dan peningkatan keamanan siber,” terang Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, dalam Siaran Pers ‘Mendigitalkan Indonesia: Retrospeksi Kominfo 2021 dan Outlook 2022’, Kamis (30/12).

Kemudian guna memperkuat ruang digital Kominfo papar Dedy juga sedang meningkatkan upaya agar ruang digital lebih bersih dan bermanfaat melalui moderasi konten.

Baca juga: Laporan: Serangan Siber ke Mata Uang kripto Jadi Sasaran Favorit di 2022

“Saat ini kami (Kominfo) sedang membangun peralatan dan sistem penanganan teknologi yang disebut Tata Kelola Pengendalian Penyelengara Sistem Elektronik (TKPPSE) yang bakal beroprasi penuh pada 2022,” sambungnya.

Selain itu situasi kondisi ruang digital yang interaksinya bergerak massif pun juga di perkuat, Dedy menekankan juga memperkuat strategi dari hulu ke hilir, “dari hulu kita meningkatkan literasi digital secara menyeluruh kepada masyarakat, di level tengah kita lalui dengan pemuktahiran teknologi dan moderasi konten, dan level selanjutnya kami mendukung apparat untuk memproses pelangaran hukum yang terjadi di ruang digital,” tandasnya.

Tak dipungkiri 2021 memang rapot merah untuk keamanan data masyarakat, dan kenang terjadi baik itu dilingkup swasta maupun dari sisi pemerintah sendiri.

Sebagai pengingat, Masyarakat belakangan dihebohkan dengan dugaan kebocoran sebanyak 1,3 juta data pribadi pengguna electronic Health Alert Card (eHAC).

Persoalan tersebut menjadi perhatian banyak orang karena aplikasi tersebut selama ini digunakan untuk kepentingan pelacakan Covid-19 dalam pemenuhan persyaratan penerbangan.

Baca juga: Ancaman Siber Meningkat Periode 2020-2021, Indonesia Jadi Incaran

Lalu ada juga kebocoran data BPJS Kesehatan pada Mei 2021, tercatat ada sebanyak 279 juta data masyarakat yang berhasil diretas dan dijual di Raid Forums seharga 0,15 Bitcoin.

Dan yang juga mencuri perhatian ialah bocornya data nasabah BRI Life, terdapat 463.000 dokumen yang diperjualbelikan. Dokumen yang tertera dalam tangkapan layar berupa foto KTP elektronik, nomor rekening, nomor wajib pajak, akte kelahiran, dan rekam medis nasabah BRI Life.

Data dua juta nasabah BRI Life itu tercatat dibandrol oleh peretas dengan harga $7.000 atau sekitar Rp 101,6 juta.