Oh! Ini Dia Ternyata Fokus Gelaran 5G Indosat Ooredoo di Tanah Air

Jakarta, Selular.ID – Di penghujung tahun, Indosat Ooredoo sempat merilis layanan komersil 5G-nya di Kota Makassar, dan sekaligus menjadi kota ke 4 yang menerima jaringan super cepat ala operator yang segera melebur dengan 3 Indonesia ini, menyususl Solo, Jakarta dan Surabaya.

Masing-masing kota yang disasar melalui komersialisasi 5G Indosat Ooredoo memiliki kekhasanya sekaligus strateginya masing-masing, setidaknya hal itu diungkap oleh SPV-Head of Technology Assurance Indosat Ooredoo, Joko Riswadi.

Dalam ajang Ideafest 2021 bertajuk 5G: Explore The Future of Limitless Connectivity Presented, Joko memaparkan jika strategi komersialisasi 5G Indosat Ooredoo di empat kota juga menyimpan empat peruntukan yang berbeda-beda.

“Karena 5G itu bukan hanya sekadar konektivitas, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk berbagai platform, misalnya, smart city dan Internet of Things (IoT),” ujarnya.

Jika dilihat lebih dekat, 5G Indosat Ooredoo di Solo fokus implmentasi pada penguatan UMKM, Smart city dan penguatan konten guna memulihkan kondisi ekonomi di kota tersebut.

Lalu di DKI Jakarta sendiri, fokusnya ke infrastruktur, layanan publik, dan memajukan industri 4.0. Sedangkan di Surabaya, Indosat Ooredoo membawa teknologi jaringan internet 5G untuk edukasi atau pendidikan.

“Kami bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi besar di sana yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk bidang pendidikan dan penelitian,” tutur Joko.

Sedangkan di Makassar, memfokuskan implementasi 5G-nya pada  use case kegiatan bisnis. “Jadi kami juga menunjukkan komitmen tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga di luar yaitu Makassar yang mewakili wilayah timur, dan akan dilanjutkan ke kota lainnya,” lanjut Joko.

Kemudian yang juga menjadi fokus Indosat Ooredoo ialah edukasi terhadap masyarakat tentang pemanfaatan 5G sendiri, yang tak dipungkiri juga gencar dilakukan.

Joko menceritakan hal ini menjadi penting, mengingat transformasi digital adalah suatu keharusan, termasuk pemanfaatan 5G. Transformasi semakin dipercepat dengan pandemi Covid-19 yang mengharuskan semua orang beraktivitas dalam jaringan atau secara online, mulai dari bekerja hingga sekolah.

“Pertumbuhan data selama pandemi sangat tinggi, antara 60-70 persen. Bahkan pengguna aplikasi dan platform video konferensi seperti Zoom dan Teams meningkat 100 persen,” tuturnya.

Sehingga diyakini begitu pandemi selesai, kebiasaan digital yang terbangun tersebut tidak akan hilang, dan sebaliknya, menurut Joko malah bisa semakin berkembang didorong kegiatan secara online yang juga dipertahankan. “Kami melihat ke sana, teknologi 5G bisa menjadi keharusan, dan Indosat Ooredoo selalu berkomitmen untuk berinovasi memberikan layanan terbaik,” katanya.