spot_img
BerandaNewsCommunityAhli Ungkap 3 Faktor Kesuksesan Sistem Kerja Hybrid Untuk Masa Depan

Ahli Ungkap 3 Faktor Kesuksesan Sistem Kerja Hybrid Untuk Masa Depan

-

Jakarta, Selular.ID – Untuk perusaahaan yang ingin menjalankan sistem harus didukung oleh organisasi/perusahaan yang mampu membantu karyawan bekerja secara efektif kapanpun dan dimanapun.

Dell menguraikan tiga faktor penting yang perlu diprioritaskan perusahaan untuk sukses dalam membangun pondasi pola kerja hybrid, yaitu Kepemimpinan, Struktur dan Budaya Kerja. Tiga faktor ini diyakini para ahli bisa membantu organisasi/perusahaan di Asia Pasifik untuk menjalani dan memimpin karyawan mereka menuju cara bekerja hybrid di masa depan.

Bersamaan dengan temuan dari Dell Technologies Remote Work Readiness (RWR) Index yang dipublikasikan awal tahun 2021. menelaah peran organisasi/perusahaan dalam merancang masa depan cara bekerja hybrid dan merangkum wawasan serta rekomendasi dari empat orang ahli yaitu:

  • Dr Julian Waters-Lynch, dosen Universitas RMIT dari Australia,
  • Rochelle Kopp, konsultan manajemen yang berdomisili di Jepang
  • Dr Rashimah Rajah, dosen Universitas Nasional Singapura (NUS) dan
  • Mallory Loone, co-founder Work Inspires, perusahaan pelatihan dan peningkatan kapasitas karyawan di Malaysia

Yang menyatakan bahwa dalam Memimpin Tenaga Kerja Hybrid Masa Depan, mereka memaparkan tiga faktor penting yang harus menjadi prioritas perusahaan saat mereka membangun pondasi cara bekerja hybrid yang sukses dan berkelanjutan: yaitu Kepemimpinan, Struktur dan Budaya Kerja. 

Kepemimpinan

Semua ahli menekankan bahwa pemimpin organisasi/perusahaan memainkan peran penting dalam membangun masa depan cara bekerja hybrid.

Mereka harus dengan jelas dan transparan membuat perubahan-perubahan yang fundamental dan inovatif untuk membawa organisasi/perusahaannya terus maju.

tapi mereka juga harus bisa berempati dan memahami berbagai tantangan yang dihadapi pegawai mereka, dengan komunikasi tatap muka, dan membuat batasan antara kehidupan profesional dan pribadi.

Pemimpin organisasi/perusahaan juga harus berusaha membangun kepercayaan para pegawainya dan mengadopsi pola pikir yang berbasis hasil untuk menghindari terjebak ke dalam situasi pengawasan yang berlebihan.

Struktur Kerja

Dalam hal ini,organisasi tidak bisa mlihat cara  bekerja hybrid dari sisi operasional dan teknis saja, apalagi menerapkan model satu-solusi-untuk-semua-organisasi/perusahaan.

Sebaliknya, perusahaan harus benar-benar berusaha memahami pilihan dan kebutuhan pegawai untuk membantu mereka sukses dalam lingkungan kerja jarak jauh.

Untuk bersama-sama merancang tempat kerja hybrid yang inklusif, para ahli merekomendasikan pola komunikasi yang lebih terbuka antara pegawai dan perusahaan.

Mereka menekankan perlu ada keseimbangan antara moda kerja fleksibel dan reguler, misalnya ada waktu khusus untuk rapat internal, dsb. untuk menjaga budaya kerja dan tetap terjalinnya interaksi sosial.

Budaya Kerja

Para ahli juga menyarankan lebih banyak upaya khusus untuk membangun budaya kerja, pelatihan dan pengembangan diri untuk terus mendorong kreativitas, inovasi dan kolaborasi.

Mereka juga memperingatkan tentang risiko perbedaan budaya kerja (split culture) antara pegawai yang bekerja dari rumah dan mereka yang bekerja di kantor, yang bisa menimbulkan masalah dinamika kantor serta perbedaan persepsi di antara kedua kelompok tersebut.

Mereka menyarankan perusahaan untuk mengubah alokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk pengeluaran harian kantor menjadi aktivitas interaksi sosial khusus dan rutin antar pegawai, misalnya makan siang bersama atau sesi pelatihan interaktif.

Strategi ini bisa membantu menciptakan lebih banyak kesempatan untuk proses pertukaran ide secara organik, serta kesempatan untuk membangun kepercayaan dan mempererat hubungan kerja antar anggota tim.

Pada September 2021, Dell Technologies telah mewawancarai empat pakar yang berdomisili di Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang untuk mendapatkan wawasan dan berbagai rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. Para ahli ini dipilih berdasarkan keahlian dan penelitian yang mereka lakukan di bidang cara bekerja hybrid, sumber daya manusia, serta pengembangan organisasi dan karyawan.

Artikel Terbaru