spot_img
BerandaNewsTerbesar Dalam Sejarah! Investor Tokopedia Ini Kehilangan Kapitalisasi Pasar Hingga $ 344...

Terbesar Dalam Sejarah! Investor Tokopedia Ini Kehilangan Kapitalisasi Pasar Hingga $ 344 Miliar

-

Jakarta, Selular.ID – Hanya sedikit orang yang memprediksi bahwa bisnis Alibaba Group Holding akan anjlok, saat sang pendiri Jack Ma menyampaikan kritik tajam terhadap sistem keuangan China pada Oktober tahun lalu.

Namun satu tahun kemudian, raksasa teknologi yang juga merupakan salah satu investor utama Tokopedia itu, telah kehilangan kapitalisasi pasar sebesar $344 miliar. Ini merupakan penghapusan terbesar nilai pemegang saham secara global, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Seperti diketahui, pada sebuah konferensi di Shanghai akhir Oktober 2020, Jack Ma secara terbuka mengkritik regulator China karena dinilai menghambat inovasi dan tidak memiliki risiko sistem keuangan yang sehat.

“Yang kami butuhkan adalah membangun sistem keuangan yang sehat, bukan risiko keuangan yang sistematis. Berinovasi tanpa risiko berarti mematikan inovasi. Tidak ada inovasi tanpa risiko di dunia,” ujar Jack Ma kala itu.

Sejatinya, ini bukan kali pertama Jack Ma melontarkan kritik tajam. Pada 2013 lalu, dalam sebuah wawancara dengan People’s Daily, pendiri Alibaba Group ini menyebut regulator keuangan China telah ‘berlebihan’. Dia kemudian menyerukan keterbukaan dalam industri yang menurutnya tidak melayani mayoritas masyarakat China ini.

Meski demikian, Beijing baru merasa terusik saat salah satu orang terkaya di China itu, melontarkan kritik tajam pada Oktober tahun lalu. Tak lama setelah pidato yang terkenal di Shanghai itu, Beijing langsung menangguhkan penawaran saham perdana (IPO)  unit bisnis fintechnya, Ant Group.

Kandasnya IPO itu yang direncanakan di Shanghai dan Hong Kong, terjadi hanya beberapa hari sebelum melantai di bursa. Padahal dual listing tersebut ditaksir bernilai USD 34,4 miliar atau sekitar Rp488 triliun.

Kuat dugaan, IPO perusahaan besutan Jack Ma, pendiri Alibaba, itu ditangguhkan secara langsung oleh Presiden China Xi Jinping.

Sejak itu menindaklanjuti arahan langsung dari Xi Jinping, regulator China melakukan tindakan keras yang meluas pada sektor-sektor paling dinamis di negara itu – menyebabkan banyak saham perusahaan China merosot.

Saham Alibaba telah rontok dari level tertinggi sepanjang masa bulan itu ke rekor terendah tiga minggu lalu di Hong Kong, karena Beijing meningkatkan pengawasan terhadap praktik perusahaan dan mendesak restrukturisasi bisnis fintech yang dimiliki Alibaba. Meskipun terjadi pemulihan 30% dari 5 Oktober, namun saham raksasa e-commerce itu masih 43% lebih rendah dari puncak Oktober 2020.

Artikel Terbaru