spot_img
BerandaSmartphoneRealme GT Neo2 Usung Chipset Snapdragon 870, Dibandrol Mulai Rp5,9 Jutaan

Realme GT Neo2 Usung Chipset Snapdragon 870, Dibandrol Mulai Rp5,9 Jutaan

-

Jakarta, Selular.ID – Realme GT Neo2 diperkenalkan beberapa hari yang lalu di India, dan tercatat membawa spesifikasi kelas unggulan ke pasar Bollywood sebut saja seperti layar 120Hz, tiga kamera 64MP, dan Snapdragon 870.

Dan hari ini, perangkat tersebut mulai dipasarkan di platform ecommerce India Flipkart, dengan bandrol harga $425 (Rp5,9 jutaan) untuk untuk varian penyimpanan 8GB RAM + 128GB dan $478 (Rp6,7 jutaan)  untuk varian RAM 2GB + penyimpanan 256GB.

Memang GT Neo2 sebelumnya digadang-gadang menjadi perangkat flagship Realme, sehingga tidak mengherankan jika harga perangkat tersebut dibandrol cukup tinggi.

Jika merujuk pada spesifikasi resmi, Realme GT Neo2 hadir dengan layar Samsung E4 AMOLED berukuran 6,62 inci. Ini memiliki resolusi FullHD+ dan kecepatan refresh layar 120Hz.

Pada bagian layar memiliki kecerahan 1300 nits dan gamut warna DCI-P3 100%. Di bagian depan, memiliki kamera selfie 16MP dan fitur sistem tiga kamera di bagian belakang.

Lalu pada kamera utama, memiliki lensa 64MP dengan aperture f / 1.8, lensa ultra lebar 8MP, dan terakhir kamera makro 2MP. Dan pada sisi dapur pacunya ditenagai Qualcomm Snapdragon 870 SoC yang dipasangkan dengan RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal 256GB.

Sementara itu dari sisi dapur daya mengemas baterai 5.000mAh dengan dukungan teknologi pengisian cepat 65W. Realme mengklaim dari sisi pengisian ini dapat menghasilkan kecepatan dari 0% menjadi 100% hanya dalam 36 menit waktu pengisian daya.

Realme GT Neo2 tak dipungkiri juga diharapkan hadir di pasar yang lebih luas, tak terkecuali di Indonesia. Mengingat brand teknologi asal China tersebut memiliki pasar yang juga tak kalah kuat di Tanah Air.

Kendati demikian, tentu butuh kabar lanjutan soal informasi ini, meskipun tentu tidak mudah untuk membawanya mengingat ada banyak tantangan untuk memproduksinya ke lebih banyak pasar, salah satunya ialah alasan krisis chipset global yang berkepanjangan, yang diprediksi bakal berakhir di 2022.

Artikel Terbaru