spot_img
BerandaNewsE-CommercePemerintah Targetkan Digitalisasi 30 Juta UMKM Lokal di 2040, Ini Dia Langkah...

Pemerintah Targetkan Digitalisasi 30 Juta UMKM Lokal di 2040, Ini Dia Langkah Stategisnya  

-

Jakarta, Selular.ID – Produk UMKM lokal dilaporkan terus meninggi, berkat dorongan kemudahan berbelanja melalui platrom e-dagang di masa pandemi. Berdasarkan laporan MarkPlus Insight, meski tinggi hanya 18% UMKM lokal yang sudah beradaptasi dengan platform penjualan digital.

Tubagus Fikri Chikara Satari, Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM menjelaskan jika pemerintah pada tahun 2040 menargetkan 30 juta UKM onboarding untuk digitalisasi.

“Hal ini ditindak lanjuti oleh Kemenkop UKM dengan menggelar beragam program kemitraan dan pendampingan yang melibatkan universitas, asosiasi, online delivery platform, serta jejaring ritel termasuk e-commerce. Strategi kita juga mengkonsolidasi usaha mikro ini dengan mendorong UKM dan juga industri usaha besar agar menjadi mitra, konsolidator, dan aggregator,” ujar Fikiri, dalam acara ‘MarkPlus Insight: Peran E-commerce dalam Mendukung Merek Lokal Selama Pandemi’, Kamis (14/10).

Potensi ekonomi digital Indonesia tak dipungkiri begitu besar, saat ini Indonesia memiliki potensi ekonomi digital melalui lebih dari 197 juta penduduknya yang memiliki akses internet. Angka tersebut diperkirakan akan tumbuh menjadi lebih dari 250 juta orang pada 2050. Dan potensi pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan akan terus berlangsung dan pada 2030, dan e-commerce diprediksi menyumbang 33 persen, atau Rp 1.908 triliun.

Fikri menjelaskan untuk menumbuhkan potensi UMKM lokal tersebut, tidak bisa hanya peran pemerintah, tapi butuh program yang komprehensif yang berkesinambungan melalui kolaborasi dengan para akedemisi, sektor bisnis, komunitas, media, agregatror dan lain sebagainya.

“Dan juga dibutuhkan nasionalisme kita sebagai konsumen lokal, jadi membeli produk UMKM itu ibarat bela negara, berkontribusi untuk anak-cucu kita. Karena kan memang uang yang kita belanjakan di UMKM lokal itu kan untuk honor karyawan yang akan bertambah seiring dengan kapasitas usaha yang meningkat,” tuturnya.

Disamping itu lebih lanjut, tokoh Asosiasi E-commerce Indonesia Ignatius Untung mengatakan sebetulnya semua e-commerce saat ini sudah punya section khusus yang isinya produk lokal.

“Tapi kalau saya lihat, e-commerce lokal seperti Tokopedia benar-benar punya inisiatif yang baik untuk mendorong perkembangan produk-produk lokal. Bisa dilihat bahwa setidaknya di platform tersebut semua penjualnya dari Indonesia, tidak ada yang dari luar,” ujar Ignatius.

Peran e-commerce terhadap UMKM lokal juga terlihat dari laporan MarkPlus Insight, yang menyatakan 51% responden memilih Tokopedia sebagai e-commerce yang paling diminati untuk membeli produk lokal, diikuti Shopee (40,8%), Lazada (4%), Bukalapak (3,4%), JD.ID (0,4%), dan Blibli (0,4%).

Artikel Terbaru