spot_img
BerandaNewsTelcoUU Cipta Kerja Memungkinkan Indosat Ooredoo Menggunakan Seluruh Spektrum Pasca Merger

UU Cipta Kerja Memungkinkan Indosat Ooredoo Menggunakan Seluruh Spektrum Pasca Merger

-

Jakarta, Selular.ID – Setelah beberapa kali tertunda, Indosat Ooedoo dan Tri Hutchison Indonesia akhirnya sepakat untuk melakukan penggabungan usaha. Hasil merger kedua operator selular tersebut akan bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk atau disebut Indosat Ooredoo Hutchison.

Kesepakatan merger tersebut sangat potensial, pasalnya akan menjadikan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, perkiraan pendapatan tahunan bisa mencapai US$3 miliar. Operator baru hasil merger itu, nantinya akan memiliki lebih dari 100 juta pelanggan, dan nilai bisnis enterprise diperkirakan mencapai US$ 6 miliyar. Kedua operator menargetkan dapat merampungkan kesepakatan tersebut pada Desember 2021.

Meski kesepakatan antar perusahaan telah rampung, namun proses merger masih menunggu persetujuan dari pemerintah Indonesia. Salah satu isu yang mengemuka adalah menyangkut penguasaan spektrum frekwensi dan kewajiban mengembalikannya kepada pemerintah.

Pengembalian sebagian frekwensi terlihat dalam kasus merger antara XL Axiata dan Axis. Seperti diketahui pada 2012, XL mengakuisisi Axis, operator yang sebagian besar sahamnya dimiliki Saudi Telecom, dengan nilai transaksi sebesar 865 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,8 triliun. Namun dalam aksi korporasi itu, nyatanya XL tidak sepenuhnya menikmati frekwensi yang sebelumnya dimiliki Axis.

Operator yang identik dengan warna biru itu “terpaksa” mengembalikan spektrum selebar 10 MHz di frekuensi 2.100 Mhz. Pasca merger, XL hanya menguasai 22,5 Mhz di rentang spektrum 900 MHz dan 1.800 MHz (2G), serta 15 Mhz di 2.100 MHz (3G).

Vikram Sinha, Director & Chief Operating Office Indosat Ooredoo

Menanggapi isu pengembalian spectrum, CMO Indosat Ooredoo Vikram Singh, menyebutkan bahwa esepakatan merger antar kedua operator juga telah mendapat persetujuan pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga :  YLKI: Kominfo dan Operator Seluler Perlu Kaji Temuan Ribuan SIM Card Pinjol Ilegal

“Semua aspek tentu akan di evaluasi oleh pemerintah termasuk alokasi spektrum. Kami juga berpegangan pada aturan baru yaitu UU Cipta Kerja yang memungkinan penggunaan seluruh spektrum pasca merger”, ujar Vikram dalam media briefing terbatas di kantor pusat Indosat Ooredoo, Jumat (17/9/2021).

Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan PP Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran. Aturan ini merupakan salah satu turunan dari UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

PP No 46 Tahun 2021 ini berisi 103 pasal dan telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Februari 2021 lalu.

Baca juga :  Beli Paket Internet Axis Sekarang, Banyak Hadiah

Salah satu yang diatur adalah pengalihan penggunaan Spektrum Frekuensi Radio. Aturan tersebut tertuang pada pasal 55. Pada ayat (1) tertulis jika penyelenggara jaringan telekomunikasi pemilik izin spektrum frekuensi radio bisa melakukan pengalihan hak penggunaan spektrum pada penyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya.

Peran menteri menjadi sangat krusial dalam pelaksanaan pengalihan ini. Hal itu diatur pada sejumlah pasal. Misalnya pada Pasal 56 ayat (1) bagian C mengaturan soal ketentuan pengalihan yang ditetapkan oleh Menteri dengan mempertimbangkan kepentingan umum dan atau optimalisasi penggunaan Spektrum Frekuensi Radio.

Peran lainnya adalah pengalihan harus mendapatkan izin menteri. Hal ini tertuang pada Pasal 57 ayat (1) proses pengalihan wajib mendapatkan persetujuan dari menteri berdasarkan evaluasi. Selain itu, Menteri juga melakukan pengawasan dan pengendalian pada pelaksanaan proses pengalihan seperti tertuang di pasal 57 ayat (3).

spot_img

Artikel Terbaru