spot_img
BerandaNewsMarket UpdatePenggunaan Ponsel Harian di Indonesia Duduki Peringkat Dua Dunia

Penggunaan Ponsel Harian di Indonesia Duduki Peringkat Dua Dunia

-

Jakarta, Selular.ID – Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis App Annie Intelligence baru-baru ini Waktu harian yang dihabiskan untuk aplikasi seluler secara global melonjak 45% antara 2019 dan 2021, dan Indonesia menduduki peringkat ke dua setelah Brasil sebagai penggunaan ponsel harian terlama di Dunia.

Indonesia yang kini menempati urutan kedua dengan rata-rata 5,3 jam penggunaan smartphone per hari. Sementara pengguna smartphone di Brasil menghabiskan waktu  rata-rata selama 5,4 jam pada kuartal kedua tahun 2021. Sebagai perbandingan, penggunaan ponsel cerdas harian di Brasil mencapai rata-rata 3,8 jam pada tahun 2019, dan 4,8 jam setiap hari pada tahun 2020.

Kemudia India menempati peringkat ketiga dalam penelitian dengan waktu penggunaan smartphone harian rata-rata 4,9 jam, diikuti oleh Korea Selatan (4,8 jam), Meksiko (4,7 jam), Turki (4,5 jam), Jepang (4,4 jam). jam), Kanada (4,1 jam), Amerika Serikat (3,9 jam) dan Inggris (3,8 jam).

Pengguna smartphone di Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan, penggunaan internet di Indonesia sangat tinggi. Hal itu didorong oleh tarif internet yang murah, dan banyaknya jumlah pengguna ponsel pintar mencapai 167 juta orang atau 89% dari total penduduk Indonesia.

Tidak hanya itu pasar ponsel di Indonesia diprediksi makin bergeliat di tahun 2021. Bila ditotal, sepanjang tahun 2020 ada 36,8 juta perangkat yang dikapalkan ke Tanah Air. Angka tersebut tumbuh 1% dari tahun sebelumnya. IDC memang melihat pasar mengalami penurunan tajam sebesar -18% YoY di paruh pertama tahun 2020. Penyebabnya penurunan tajam adalah penerapan lockdown di sejumlah daerah.

Baca juga :  IDC: Krisis Chipset Diprediksi Berangsur Pulih Pada Pertengahan 2022
Baca juga :  Absen di Lembaga Riset, Penjualan Smartphone Infinix Naik 200% di Tahun Ini

Baca Juga:40% Pengguna Smartphone 5G Memilih Untuk Menonaktifkan 5G

Namun kemudian, pasar dapat pulih dengan cepat di paruh kedua 2020. IDC mencatat terjadi pertumbuhan sebesar 19% YoY. Hal ini didorong oleh tertahannya pembelian karena kekurangan pasokan dan penutupan ritel pada kuartal kedua.

Selain itu, peningkatan utilitas smartphone untuk mendukung berbagai aktivitas bekerja dan belajar dari rumah pun turut menyumbang pertumbuhan ini. Daya beli konsumen yang lebih rendah dan kebutuhan akan ponsel terjangkau mendorong pertumbuhan segmen low-end mencapai 45% pada tahun 2019. Ini membuat pangsa pasar ponsel kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta mencapai 65%, selain itu memicu persaingan sengit merek-merek utama ponsel Android.

Sehingga dengan faktor- faktor yang terjadi, tidak mengherankan jika penggunaan harian di Indonesia menduduki peringkat kedua, hal ini pun ditambah dengan aktivitas belajar dan bekerja yang masih di lakukan di rumah akibat pandemi.

 

spot_img

Artikel Terbaru