spot_img
BerandaPersonaMenjadi Nomor 1, Sempat Tak Ada Pencari Kerja Datang ke Tokopedia

Menjadi Nomor 1, Sempat Tak Ada Pencari Kerja Datang ke Tokopedia

-

Jakarta, Selular.ID – Perkembangan bisnis di industri e-Commerce menjadi sorotan saat ini. Sejumlah posisi atau peringkat pemain besar marketplace di kawasan pun terus bergerak dinamis. Tokopedia terus memperkuat posisinya di industri marketplace Tanah Air. Berdasarkan data Similarweb kuartal I (Q1) 2021, Tokopedia merupakan marketplace yang paling banyak diakses di internet.

Tokopedia tercatat menguasai 32,04% traffic marketplace di Indonesia pada Januari 2021. Pada Maret 2021, persentase traffic share Tokopedia meningkat menjadi 33,07%. Jumlah kunjungan bulanan selama kuartal I 2021 mencapai 126,4 juta, sedangkan pengunjung unik bulanan mencapai 38,93 juta.

Dengan 6.000 Nakama, (sebutan karyawan Tokopedia) dari segala latar belakang. Tokopedia juga telah mencatatkan lebih dari 11 juta penjual yang hampir 100%nya adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bahkan 94%nya penjual berskala ultra mikro. Jutaan penjual ini memasarkan lebih dari 550 juta produk terdaftar di platform dengan harga transparan.

Tokopedia merupakan pemain lokal yang bisa terus eksis hingga 12 tahun. Melihat kesuksesan Tokopedia tentunya tak dapat dipisahkan siapa tokoh dibaliknya. Jika menyebut Tokopedia maka orang yang berperan besar dalam kesuksesannya adalah Leontinus A. Edison, atau Leon biasa disapa, yang tak lain adalah Co-Founder dan Vice Chairman Tokopedia. Pria kelahiran Pontianak 1981 ini menjadi orang yang membawa Tokopedia hingga di posisi sekarang ini.

Awal dimulai babak baru
Seperti usaha rintisan atau awal dimulainya bisnis, Tokopedia memiliki masa-masa yang cukup berliku. Awalnya membangun Tokopedia, terinspirasi dari anak-anak muda di Silicon Valley, yang mampu membangun industri baru lewat internet, mencari permodalan dari pemodal-pemodal ventura, hal itu pun dilakukan pendiri Tokpedia ini.

Berbekal karir yang dibangun sejak 2003 di perusahaan teknologi di Indonesia, Leon mampu membaca peluang khususnya usaha dalam bidang teknologi. Sehingga pada 2007, Leon memantapkan dirinya bersama William Tanuwijaya, sebagai CEO Tokopedia, menghadirkan platform belanja online yang kala itu masih jarang pemainnya.

Alasannya cukup singkat kala membuat Tokopedia, menurutnya teknologi, lewat internet, dapat menjadi solusi terhadap tantangan, seperti infrastruktur yang belum merata, serta mendapatkan kesempatan dan peluang yang lebih besar. Demikian juga akses terhadap produk dan layanan, masyarakat di kota kecil cenderung harus membayar lebih dibandingkan masyarakat di kota besar. Harapannya, marketplace dapat menghubungkan penjual dan pembeli dari seluruh nusantara, menjadi solusi ketimpangan peluang dan kepercayaan.

Namun terkadang impian tidak semudah kenyataanya, itulah yang terjadi. Berkali-kali ditolak, Leon mengaku modalnya adalah kegigihan. Akhirnya, pada 2009 mantan bosnya menjadi pemodal pertama. Meski demikian jalannya tetap tidak mudah.

Tidak dilirik pencari kerja
Setelah menemukan pemodal, hal pertama yang dilakukan saat itu adalah melakukan perekrutan. Ayah dua orang anak ini mengingat awal disaat mencari karyawan. Ingatannya langsung tertuju pada Job Expo. Bursa kerja yang diharapkan mendatangkan calon pekerja tetapi nyatanya tidak, karena dua hari berada di Job Expo, tidak satupun lamaran yang datang menghampiri. Menurutnya, kebanyakan pencari kerja yang datang ke Job Expo melirik industri Perbankan.

Cukup beralasan, ketidak tertarikan pencari kerja, karena kebanyakan dari pemikiran pencari kerja kala itu, tidak ada masa depan bekerja di perusahaan yang berbasis internet. Pasalnya, masih sangat jarang kisah sukses tentang perusahaan internet Indonesia. Hal ini yang membuat talenta terbaik enggan bergabung.

Tapi anggapan itu dapat ditepis pria lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dia mampu membuat kisah baru tentang suksesnya perusahaan yang mengandalkan internet, yakni kesuksesaan Tokopedia. Yang saat ini sudah menjadi rumah bagi lebih dari 11 juta penjual dan hampir 100%nya UMKM.

Walaupun satu tahun terakhir memang bukan tahun yang mudah, Tokopedia mendapatkan banyak pengalaman unik yang belum pernah dilewati sebelumnya. Ada begitu banyak tantangan, penyesuaian, dan kebiasaan baru kita jalani dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan pada keberlangsungan aktivitas ekonomi di Indonesia. Pandemi telah mendorong semua masyarakat bergerak cepat, terlebih perusahaan teknologi seperti Tokopedia yang turut dituntut bisa menghadapi ‘the unknown’.

“Tetapi, kami di Tokopedia percaya di setiap tantangan dan krisis yang dihadapi bangsa Indonesia, lahir generasi-generasi penentu yang paling diingat sejarah. Kami belum pernah melihat periode transformasi digital terjadi secepat dan sepenting saat ini. Dari pandemi ini, kita dapat menyaksikan secara dekat lahirnya generasi transformasi; generasi yang tangguh dan tahan banting. Meski penuh rintangan, tidak sedikit yang menemukan kesempatan untuk bertahan, bangkit, dan tumbuh melalui adopsi digitalisasi,”ujar Leon.

Di sisi lain, Tokopedia akan terus fokus membantu para pegiat usaha khususnya UMKM lokal, mengakselerasi adopsi platform digital demi mempertahankan bisnis dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi.

Tokopedia juga berharap berharap, seluruh pihak – mulai dari masyarakat, pegiat usaha lintas sektor hingga pemerintah lebih gencar berkolaborasi dalam membantu pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM, bangkit dan terus berkontribusi memulihkan ekonomi.

Baca Juga:UMKM Lokal di Tokopedia Bertumbuh Hingga 11 Juta Penjual

Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari pengemar music dan olahraga ini selalu mengedepankan implementasi 3 DNA, yaitu Focus on Consumer, Growth Mindset dan Make it Happen, Make it Better. Misalnya dalam mendukung kemajuan bisnis Tokopedia, selalu percaya bahwa kesuksesan dapat diraih dengan memiliki Growth Mindset. Pasalnya, seseorang yang memiliki Growth Mindset tidak akan terpaku dengan kemampuan yang dimiliki dan selalu terpacu untuk memperbaiki diri sehingga hari ini dapat sedikit lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya.

Tokopedia juga percaya bahwa kebutuhan pengguna adalah poros dalam menciptakan inovasi produk. Hal ini demi menghadirkan pengalaman terbaik, berangkat dari salah satu nilai Tokopedia, yaitu Focus on Consumer.

Harapan ke depan
Dengan usaha yang telah tercapai, Leon melihat bahwa usaha yang telah dibangun banyak yang memberikan andil, salah satunya adalah peran UMKM. Sehingga kedepan Leon berharap seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pegiat usaha lintas sektor hingga pemerintah lebih gencar berkolaborasi dalam membantu pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal. Mengingat peran signifikan UMKM terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar lebih dari 60%.

“Sudah waktunya kita menjunjung lebih tinggi rasa bangga buatan Indonesia, perlahan diubah menjadi sebuah kebiasaan yang dapat mendorong para UMKM bisa meraja di negeri sendiri demi membawa perekonomian negeri yang lebih mandiri, bangkit dan terus berkontribusi memulihkan ekonomi.” tutup Leon.

Artikel Terbaru