spot_img
BerandaNewsTelcoKunci Percepat Implementasi 5G, Ada di Ekosistem dan Penetrasi Teknologi  

Kunci Percepat Implementasi 5G, Ada di Ekosistem dan Penetrasi Teknologi  

-

Jakarta, Selular.ID – Ericsson menilai market 5G di Indonesia sangat potensial, baik itu untuk pelanggan maupun lingkup industri.

Vice President Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal menjelaskan market 5G sangat besar, bahkan operator operator seluler yang mengimplementasikan 5G berpotensi meraup pendapatan mencapai US$8 miliar pada 2030.

“Adapun tiga industri teratas yang berpeluang menggunakan layanan 5G hingga beberapa tahun ke depan, antara lain industri manufaktur, energi dan utilitas, serta media dan hiburan,” terangnya, di sela acara peluncuran 5G Indosat Ooredoo.

Baca juga: 5G Indosat Ooredoo Sambangi Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Siap Fasilitasi Pembangunan Infrastruktur

Meski potensinya yang besar, Ronni menegaskan butuh penguatan, dari sisi ekosistem pendukung maupun spektrum baik itu pada pita low band di bawah 1 Ghz, atau middle band yang berada diantara frekuensi 1 sampai 6 GHz.

“Spektrum tersebut harus bisa dipastikan available, agar kita bersama-sama bisa mempercepat lagi proses implementasi 5G di tanah air,” sambungnuya.

Dan perlu diketahui, kebutuhan akan jaringan super cepat 5G di setiap industri memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, “Masing-masing berbeda sesuai use case-nya, baik itu untuk kebutuhan latency, kecepatan berbeda, namun potensi pertumbuhan 5G akan terus massif termasuk di indoneisa,” paparnya.

Kemudian ketika diminata prediksinya soal kapan 5G bakal kuat mengaliri Indonesia, dirinya menilai 5G akan memakan waktu lebih singkat. Kuncinya adalah ekosistem 5G yang sudah terbangun, akan mempercepat penetrasi teknologi ini.

Baca juga :  Peran Kemenkominfo Dorong Pengembangan Industri Handset 5G

“Terutama apabila dengan dukungan teknologi, seperti spectrum sharing agar 5G bisa dimanfaatkan bersama 4G,” kata Ronni.

Baca juga: Medan, Banjarmasin dan Makasar Jadi Kota 5G XL Axiata Selanjutnya

Kemudian ia menceritakan, kecepatan implementasi 5G berbeda dengan jaringan 2G diperkenalkan yang butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk bisa menjangkau 90 persen populasi Indonesia. Sementara 3G, terbilang agak cepat dibandingkan 2G. Hal ini kemungkinan dilatar belakangi munculnya smartphone.

Baca juga :  Kominfo Tetapkan TKDN Perangkat 4G dan 5G Naik 35 Persen

“Begitu juga dengan 4G yang butuh waktu lebih pendek, dibanding 3G, untuk bisa digunakan oleh populasi luas seperti saat ini,” tandas Ronni.

spot_img

Artikel Terbaru