spot_img
BerandaBincang EksekutifIndustri Startup Indonesia Paling Potensial di Asia  

Industri Startup Indonesia Paling Potensial di Asia  

-

Jakarta, Selular.ID – Pelaku startup di Indonesia kini tak lagi diragukan kemampuanya, Marlin R. Siahaan CEO Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) bahkan mengklaim jika startup lokal potensinya sangat besar di lingkup Asia, tidak kalah dengan China.

Setidaknya hal ini sejalian dengan laporan Google, Temasek dan Bain&Company, potensi ekonomi digital di Indonesia pada 2025 bakal mencapai US$113 miliar.

Pada 2019, ekonomi digital Indonesia tercatat yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai US$40 miliar. Artinya dalam kurun waktu 6 tahun, ekonomi digital Tanah Air tumbuh hampir 3 kali lipat.  Kondisi tersebut tidak terlepas dari jumlah penduduk Indonesia dan adopsi digital di masyarakat.

Baca juga: Diprediksi Cerah Perusahaan Besar Lirik Startup

“Hal ini sebenarnya juga bisa menjadi justifikasi yang kuat bahwa Indonesia memiliki potensi yang kuat, dan player di dalamnya juga seharunya memiliki keyakinan dan positif akan catatan tesebut, terlebih bagi startup lokal memiliki peluang besar untuk go global membawa nama baik tanah air, salah satunya yang kami ketahui itu Kredivo dan TMI senang mendukung mereka,” papar Marlin, dalam acara bincang eksekutif with Uday Rayana bertajuk ‘Potensi Start-up Lokal di Era 5G’.

Sebagai catatan, platform penyaluran kredit, Kredivo telah mengumumkan rencana perusahaan untuk melakukan merger, yang dilanjutkan dengan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO).

Hal ini diawali dengan rencana merger Kredivo dengan VPC Impact Acquisition Holdings II sebagai Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang didukung oleh Victory Park Capital. VPCB telah lebih dulu menyelesaikan proses IPO (Initial Public Offering) pada bulan Maret 2021 lalu di bursa NASDAQ Amerika Serikat. Merger saat ini telah memasuki tahap perjanjian definitif untuk penggabungan bisnis mereka, yang nantinya akan membawa FinAccel (perusahaan induk Kredivo) menjadi perusahaan publik.

Baca juga :  Oh! Jadi Begini Strategi Operator Untuk Sasar Segmen Anak Muda  

Baca juga: TMI Optimis Startup Lokal Bisa Tumbuh di Masa Pandemi Asalkan?

Adapun valuasi pro-forma ekuitas mencapai kisaran 2,5 miliar dollar AS atau Rp 36 triliun (kurs Rp 14.400), dengan asumsi tidak ada penebusan, dan diprediksi akan menghasilkan pendapatan kotor lebih dari 30 juta untuk FinAccel.

“Ini juga tidak terlepas dari patner kita Telkom dalam hal ini, sebagai sister yang sama-sama membangun ekosistem sehingga berkembang lebih mudah, lalu melalukan porses investasi bersama sehingga venturnya semakin kuat, dan saya percaya akan ada perusahaan rintisan lain, di luar Kredivo yang bisa berkembang besar kembali membawa nama Indonesia secara global,” tandasnya.

Baca juga :  Oh! Jadi Begini Trend dan Bisnis Wearable Device di Indonesia

Hingga saat ini TMI telah melakukan investasi sekira USD 40 juta di sejumlah startup yang sedang berkembang pesat di Indonesia, antara lain seperti Kredivo, PrivyID, Qlue, Halodoc, Tanihub, Tada, SiCepat, Inspigo dan Feedloop.

Baca juga: Indonesia Butuh Ahli Fintech dan Pendiri Startup Bekal Jadi Digitalpreneur

TMI sendiri juga terus mengembangkan investasi pada solusi masa depan yang berfokus pada sektor perdagangan dan periklanan, media dan hiburan, connecting device dan hardware, data dan analisis, serta jaringan dan infrastruktur.

Selama ini TMI juga giat mengakselerasi pertumbuhan startup di sektor-sektor tersebut dengan memanfaatkan sumber daya Telkomsel, mengakselerasikan inovasi (accelerate), menyediakan dana tambahan untuk memaksimalkan potensi bisnis (additional funds), serta menghubungkan para startup dengan ekosistem investor lainnya (affiliate).

spot_img

Artikel Terbaru