BerandaNewsTelcoPenetapan Jaringan 5G Tunggal Malaysia Ditentang GSMA Intelligence

Penetapan Jaringan 5G Tunggal Malaysia Ditentang GSMA Intelligence

-

Jakarta, Selular.ID – Langkah pemerintah Malaysia yang secara ekslusif menunjuk Ericsson mendapat respon negatif dari lembaga-lembaga internasional. Salah satunya disuarakan oleh GSMA, asosiasi GSM dunia.

GSMA Intelligence memperingatkan langkah pemerintah Malaysia untuk menyebarkan jaringan 5G tunggal menghadapi risiko yang signifikan, mengutip berbagai kegagalan strategi tersebut di era 4G dan potensi untuk membatalkan persaingan tingkat tinggi di pasar selular negara.

Seperti diketahui, pada awal bulan ini The Star melaporkan Badan Tujuan Khusus Malaysia, Digital Nasional, memberi Ericsson kontrak secara ekslusif untuk membangun jaringan 5G, dengan perkiraan biaya MYR11 miliar ($2,6 miliar) dan mencapai cakupan populasi 80 persen pada tahun 2024. Dengan menunjuk vendor tunggal, operator selular akan menerima akses yang sama melalui perjanjian grosir (wholesales).

Dalam sebuah catatan penelitian, GSMA Intelligence menyoroti langkah yang tampaknya menghalangi upaya operator untuk memajukan proyek 5G mereka sendiri.  Maxis, misalnya, telah menyetujui kesepakatan dengan Huawei pada akhir 2019. Namun dengan penujukkan Ericsson, membuat kesepakatan kedua pihak terancam batal.

Menurut GSMA, upaya untuk menyebarkan jaringan grosir tunggal di era 4G sebagian besar gagal membuahkan hasil, dengan proyek-proyek yang dilanda penundaan peluncuran atau gagal memberikan kualitas layanan dan peningkatan persaingan yang diharapkan.

Sebaliknya, pasar terbuka sebagian besar telah mencapai janji “memberikan cakupan yang luas dan pertumbuhan adopsi selular yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Kerangka kerja lisensi Malaysia saat ini telah memberikan “dinamika persaingan”, kata GSMA dengan mengutip “perjanjian berbagi jaringan sukarela” antara operator yang berusaha “menyeimbangkan persaingan dengan efisiensi biaya”.

GSMA Intelligence juga menyoroti merger yang tertunda antara Celcom dengan Digi, dua operator kedua dan ketiga terbesar di Malaysia. Merger diantara kedua operator “dapat memberikan skala, sinergi, dan posisi keuangan untuk meningkatkan” investasi infrastruktur yang sangat dibutuhkan di era internet super cepat, pungkas GSMA Intelligence.

Artikel Terbaru