spot_img
BerandaNewsMarket UpdateKrisis Chip Terus Berlanjut hingga 2023

Krisis Chip Terus Berlanjut hingga 2023

-

Jakarta, Selular.ID – Kelangkaan chip prosesor yang melanda industri elektronik kian memburuk. Masalah pasokan chip diperkirakan membentang hingga 2023.

Adalah Pat Gelsinger, CEO Intel memperkirakan krisis chip yang melanda global bisa berlangsung hingga 2022. Namun hal ini akan dilanjutkan dengan masalah ketersediaan pasokan yang berlanjut hingga 2023. Kata dia, diperlukan satu atau dua tahun untuk kembali ke keseimbangan penawaran dan permintaan yang wajar di industri semikonduktor,

“Saya perkirakan kelangkaan mulai turun di paruh kedua, namun itu memerlukan satu hingga dua tahun lagi sebelum industri dapat mengejar permintaan,” kata Gelsinger dalam sebuah acara baru-baru ini.

Ini bukan pertama kali bos industri teknologi mengeluhkan kelangkaan chip. Sebelumnya pada Mei, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan kekurangan komponen untuk seri RTX 30 akan berlangsung hingga paruh kedua tahun ini.

Kelangkaan chip sebenarnya bukanlah hal yang baru terjadi. Dimana chip sudah mulai langka sejak 2020 lalu. Kejadian ini bahkan disebut sebagai chippagedon.
Mulanya, chip yang langka adalah yang dibuat untuk produsen otomotif. Namun, kini kelangkaan chip sudah semakin luas hingga ke sektor teknologi lainnya.

Penyebab kelangkaan chip
Penyebab utama terjadinya kelangkaan chip akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Salah satunya negara china sebagai negara penyebar virus tersebut.Banyak perusahaan yang mendirikan pabrik di China karena cost nya yang rendah. Oleh karena itu, ketika pandemi melanda berbagai kegiatan produksi di pabrik terpaksa harus dihentikan.

Oleh karena itu, wajar bila berbagai sektor yang berfokus pada kegiatan produksi produk turut terdampak. Seperti halnya produsen chipset.

Dampak Kelangkaan Chip
Dampak dari kelangkaan chipset ini sangat lah luas. Hal ini karena seluruh teknologi pasti membutuhkan chipset dalam produknya. Sehingga, bila chipset menjadi langka dan sulit didapat, maka akan mempengaruhi kuantitas produksi alat elektronik salah satunya Smartphone.

Diketahui, produsen chipset terkemuka seperti Qualcomm Inc dan MediaTek Inc yang merupakan pemasok chip untuk perusahaan smartphone besar juga terdampak.

Hal ini diketahui dari Wang Xiang, CEO Xiaomi. Dikutip dari berbagai sumber, Wang Xiang menyatakan bahwa kelangkaan chipset memberi dampak bagi perusahaannya. Diantaranya mampu mempengaruhi harga produksi yang akhirnya bisa mempengaruhi harga jual produk di pasaran nantinya.

Jumlah produksi smartphone Xiaomi sendiri mulai mengalami penurunan akibat kelangkaan chip tersebut. Hal ini karena produsen chipnya, Qualcomm Inc kesulitan memenuhi permintaan chip di pasaran. Meski baru Xiaomi yang mengungkapkan kenaikan harga tersebut, kelangkaan chip ini juga bisa mempengaruhi harga smartphone lainnya.

Diketahui bahwa banyak smartphone Android yang menggunakan chipset buatan Qualcomm. Chip terbarunya yaitu Snapdragon dipakai oleh berbagai merek smartphone ternama.Samsung, Vivo, Oppo, Realme dan merek-merek lainnya turut menggunakan chipset Qualcomm sebagai processor smartphone besutannya.

Baca juga :  Honor Pernah Mendapat Tempat di Indonesia

Untuk mengatasi krisis tersebut, Xiaomi diisukan berencana untuk membuat dan menggunakan chip miliknya sendiri guna meminimalisir biaya yang dikeluarkan. Meski hal tersebut masih belum dikonfirmasi kebenarannya oleh Xiaomi, bila memang hal tersebut dilakukan maka kemungkinan kenaikan harga smartphone Xiaomi bisa diminimalisir atau bahkan tidak akan terjadi.

Baca juga :  Tablet Apple dan Xiaomi Diluncurkan Berbarengan, Bagaimana Prediksi Penjualannya

Akan tetapi, bila benar begitu maka Xiaomi akan menjadi pesaing baru dari perusahaan produsen chipset yang dahulu memasok perusahaannya, Qualcomm Inc dan MediaTek Inc.

Foxconn Young Liu, Chairman Foxconn menuturkan, chip digunakan di semua jenis gadget dan komputer serta perangkat lainnya, sehingga ini menyebabkan kekurangan chip. Dikatakan dia seperti dikutip Imore, Kekurangan komponen pada kuartal kedua akan lebih parah daripada kuartal pertama. Dia juga menyebutkan bahwa beberapa suku cadang yang diproduksi Foxconn memiliki waktu tunggu satu tahun penuh. Ini berarti produk yang ingin dibeli akan sedikit persediaannya atau terjual habis saat suku cadang sedang dibuat.

Menurut Foxconn, suku cadang yang akan terkena dampak termasuk semikonduktor dan driver layar, keduanya banyak digunakan dalam produk konsumen seperti smartphone dan tablet.

Baca Juga:Rumor: Akibat Krisis Chip, Samsung Galaxy S21 FE Tak Meluncur di Indonesia?

Foxconn juga menyebutkan masalah ini akan memangkas pengiriman perusahaan hingga 10% .Young Liu mengatakan karena pelanggan Foxconn termasuk perusahaan terkemuka di industri elektronik dengan volume pesanan terbesar, mereka tidak mengalami kekurangan dibandingkan beberapa rekan yang lebih kecil.

Sebagaimana diketahui, Foxconn merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Apple untuk memproduksi perangkatnya.Belum diketahui apakah kelangkaan chip juga akan berdampak pada iPhone 13 yang diluncurkan akhir tahun ini.Biasanya, iPhone Apple memang sulit didapatkan ketika baru pertama kali dirilis ke publik. Dengan kelangkaan chip, maka stok iPhone 13 diyakini makin sulit diperoleh

Samsung merupakan salah satu pabrikan smartphone yang selalu alami kendala stok chipset, dan berdasarkan informasi terbaru Galaxy S21 FE menjadi korban terbaru dari masalah tersebut.

Berdasarkan laporan, Samsung mengungkap peluncuran perangkat terbaru itu ditunda, yang awalnya datang pada Agustus menjadi Oktober, dan baru akan tersedia secara terbatas. Padahal Galaxy S21 FE ini merupakan kunci dari produk flagship yang dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu seharga sekitar kurang lebih Rp14 jutaan rupiah. Dan kabar peluncuran perangkat itu tidak akan di Korea Selatan atau Jepang, tapi awal kemunculanya hanya di Amerika Serikat dan Eropa.

spot_img

Artikel Terbaru