BerandaNewsSecurityBegini Tanggapan Israel Soal Isu Spyware Buatannya

Begini Tanggapan Israel Soal Isu Spyware Buatannya

-

Jakarta, Selular.ID – Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa berhembus kabar berupa ancaman serangan siber berbentuk Spyware yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi NSO Group asal Israel, dan diduga kuat perangkat ini disalahgunakan untuk meretas data beberapa orang di penjuru negara, termasuk Indonesia.

Investigasi oleh 17 organisasi media yang diterbitkan pada hari Minggu, (18/7/2021), mengatakan kalau spyware NSO telah digunakan dalam upaya mengintai dan berhasil meretas data dari 37 ponsel cerdas milik jurnalis, pejabat pemerintah, dan aktivis hak asasi manusia.

Melansir laporan dari CNBC hari ini, Selasa (20/7/2021), Kementerian Pertahanan Israel akhirnya angkat bicara sekaligus membantah terkait isu tak sedap ini. Dirinya mengungkap bahwa ekspor produk cyber, seperti spyware yang dijual oleh NSO Group, adalah untuk penggunaan yang sah dan dengan tujuan tunggal memerangi kejahatan dan melawan terorisme.

NSO beranggapan bahwa itu semua merupakan “tuduhan palsu” yang diajukan oleh jajaran organisasi tersebut, lalu juga mengatakan bahwa mereka hanya menjual teknologi kepada penegak hukum serta badan-badan intelijen dari pemerintah yang diperiksa.

“Teknologi kami digunakan setiap hari untuk memecah jaringan pedofilia, jaringan seks dan perdagangan narkoba, menemukan anak-anak yang hilang dan diculik, menemukan korban selamat yang terperangkap di bawah bangunan yang runtuh, dan melindungi wilayah udara dari penetrasi yang mengganggu oleh drone berbahaya,” ujar perwakilan NSO Group.

Baca juga:Respon Ancaman Siber Spyware Israel, Kominfo Perkuat Edukasi dan Literasi Digital Masyarakat  

Lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa negaranya telah menyetujui ekspor produk siber secara eksklusif kepada entitas pemerintah, untuk penggunaan yang sah, dan hanya untuk tujuan mencegah serta menyelidiki kejahatan dan melawan terorisme.

“Dalam kasus dimana barang yang diekspor digunakan dengan melanggar izin ekspor atau sertifikat penggunaan akhir, maka tindakan yang tepat akan diambil,” pungkas Juru Bicara Kementerian Pertahanan Israel.

Sebelumnya, dalam pertemuan faksi Meretz yang disiarkan televisi, anggota parlemen Israel, Mossi Raz, telah meminta kepada partai liberal Merets untuk menuntut agar Israel menghentikan ekspor NSO, yang ia sebut sebagai tindakan mengekspor persenjataan, dan itu dilarang ke negara-negara non-demokratis.

Tetapi, anggota parlemen Meretz lainnya, yang salah satunya merupakan mantan wakil kepala militer Israel, Yair Golan, mengatakan bahwa pelaporan di NSO terlihat tendensius, dengan motivasi komersial. Dirinya juga berujar bahwa bukan hanya NSO yang melakukan hal seperti itu.

Terlepas dari bantahan pihak NSO Group tersebut, sebagai pelaku digital terutama masyarakat Indonesia yang dimana tanah air kita masuk dalam target sasaran penjahat siber itu, maka sudah seharusnya agar lebih berhat-hati dalam menjaga data privasi yang dimiliki. Serta, sesuai anjuran yang diberikan oleh Kominfo, sangat penting untuk memperkuat serta menerapi edukasi soal digital agar dapat menjadi pelaku digital yang cerdas.

Tonton juga video di bawah ini:

Artikel Terbaru