BerandaNewsTelcoDigital, Voice dan Data Membuat Pendapatan Telin Tumbuh 28%

Digital, Voice dan Data Membuat Pendapatan Telin Tumbuh 28%

-

Jakarta, Selular.ID – Di tengah pandemi Covid-19, teknologi digital telah memasuki seluruh aspek kehidupan masyarakat yang semakin dimudahkan dan akselerasi teknologi digital berlangsung cepat.

Menyikapi hal tersebut, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) memanfaatkan momentum ini untuk mengakselarasi kemajuan ekosistem digital melalui keragaman inovasi yang ditawarkan tidak hanya kepada end user namun juga digital enterprise. Hal tersebut telah membuka peluang sinergi dan akselarasi digital untuk memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan.

Sukardi Silalahi, CEO Telin menjelaskan di tengah segala tantangan ekonomi dan pandemi Covid-19 yang berdampak di berbagai industri, Telin berhasil mencatatkan kinerja yang solid di tahun 2020.

Pendapatan usaha Telin mencapai Rp9,62 triliun, tumbuh 28% dari Rp7,51 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan bisnis digital, jasa voice, serta jasa jaringan data.

Selanjutnya, Telin membukukan pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 346% menjadi Rp834,44 miliar pada tahun 2020 dari Rp187,03 miliar pada tahun 2019. Kenaikan ini seiring dengan tumbuhnya pendapatan Telin tahun 2020 dan merupakan capaian terbesar dalam perjalanan bisnis Telin.

“Pertumbuhan ini Telin peroleh dari pertumbuhan net Income dari bisnis digital retail, data center, enterprise, data digital connectivity, dan wholesale international digital business. Pencapaian kinerja Telin dari bisnis internasional diantaranya meliputi layanan Data Center di Singapura dan Hong Kong, digital retail di HK, Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste, serta data dari international digital connectivity yang berkembang saat ini.”terang Sukardi.

Baca Juga:Keamanan Siber Jadi Ancaman, Ini Yang Dilakukan Telin

Dijelaskan Sukardi, di tengah kondisi pandemi Covid-19, perusahaan menangkap peluang tingginya demand penggunaan bandwidth dari US, Eropa, Asia ke Indonesia yang di sebabkan oleh meningkatnya pemanfaatan teknologi digital terkait dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menjadikan aktivitas bekerja dan sekolah beralih ke rumah (Work From Home dan School From Home) serta penggunaan e-commerce yang tinggi.

“Kondisi tersebut membangun digital ekosistem yang secara langsung atau tidak langsung sudah dan akan menjadi kebiasaan digital lifestyle yang akan memengaruhi pola kehidupan interaksi antar manusia.” tutup Sukardi.

Artikel Terbaru