spot_img
BerandaAppsPendiri Bytedance Mengundurkan Diri?   

Pendiri Bytedance Mengundurkan Diri?   

-

Jakarta, Selular.ID – Zhang Yiming, pendiri Bytedance, perusahan dibalik kesuksesan Tiktok hari secara internal, Kamis (20/5) memutuskan akan mundur sebagai kepala eksekutif, dan digantikan oleh kepala sumber daya manusia, Liang Rubo.

Dalam sebuah memo internal, Zhang menulis bahwa Liang akan mengambil peran terakhirnya di ByteDance. Dan keputusan ini diambil setelah melalui masa pertimbangan yang cukup panjang, dan keputusanya itu diklaim bakal memiliki dampak yang besar pada inisiatif jangka panjang ByteDance jika dirinya berlaih dari kursi CEO.

Baca juga: Sekelumit Kisah Zang Yiming, Miliarder China Pendiri TikTok

“Sebenarnya, saya kurang memiliki beberapa keterampilan yang harusnya dimiliki oleh seorang manajer nan ideal. Dan saya lebih tertarik untuk menganalisis prinsip-prinsip organisasi dan pasar, dan memanfaatkan teori-teori itu untuk mengurangi pekerjaan manajemen, saya lebih suka itu dari pada benar-benar mengelola orang,”katanya.

“Demikian pula, saya tidak terlalu sosial, lebih suka aktivitas soliter seperti online, membaca, mendengarkan musik, dan merenungkan apa yang mungkin dilakukan,” tambahnya.

Sebelum diambil penuh, Zang akan mendampingi Liang selama enam bulan ke depan untuk memastikan transisi posisi tersebut. Sementara itu, Zhang akan tetap sebagai anggota dewan di Bytedance.

Baca juga: Kominfo Terbitkan Surat Teguran Pertama pada STI     

Sebelumnya perombakan organisasi besar Bytedance sebelumnya juga pernah terjadi tahun lalu, ketika Zhang menunjuk Ketua Zhang Lidong dan Kepala Eksekutif Kelly Zhang untuk menempati bagian bisnis Bytedance di China.

Bytedance saat itu berusaha menjauhkan diri dari Beijing, setelah Amerika Serikat menyampaikan kekhawatiran keamanan nasional atas keamanan data pribadi yang ditanganinya.

Saat itu pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump berusaha memaksa Bytedance untuk melepaskan kendali aplikasi (Tiktiok). Namun, rencana AS untuk menjual operasi TikTok di Amerika ke konsorsium yang mencakup Oracle dan Walmart gagal terjalin.

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru