BerandaNewsMarket UpdateSempat Menghilang, Smartphone Alcatel Comeback di Indonesia

Sempat Menghilang, Smartphone Alcatel Comeback di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Merek handphone Alcatel pernah beredar luas di Indonesia. Memang tidak setenar Nokia dan BlackBerry, namun produk-produk Alcatel rutin menghiasi etalase kios handphone di pusat pertokoan konvensional. Produk terakhir yang diluncurkan resmi di nusantara adalah Alcatel Flash 2 pada tahun 2015.

Karena ada perubahan manajemen di pusat pada tahun 2017, perusahaan mengambil kebijakan baru, yaitu bisnis handphone (Alcatel Flash) dibubarkan. Namun sebagai perusahaan asal Perancis (yang kini dimiliki perusahaan Cina TCL), Alcatel tetap beroperasi di negara lain. Nah hari ini, Alcatel mengumumkan secara resmi perusahaan kembali beroperasi di tanah air.

Dalam acara pengumumannya di Jakarta, Alcatel Mobile Indonesia juga memperkenalkan dua produk perdananya, yaitu Alcatel 1SE dan Alcatel 1S.

Kepada Selular.ID, Country Manager Alcatel Mobile Indonesia Denni Liang mengungkapkan alasan dibalik comeback-nya Alcatel ke tanah air. “Pada tahun 2017 Alcatel Flash secara global memang dibubarkan. Namun sekarang ini kami comeback dengan konsep baru, konsep Eropa.”

Denni menuturkan, “Kami melihat ada kebutuhan di market Indonesia terhadap smartphone entry level, dan jumlahnya sangat besar. Kami berharap dengan konsep baru ini kami bisa bergabung kembali dengan merek-merek lain yang ada di pasaran.”

Menargetkan kalangan milenial dan Gen Z, dua produk yang dibawa mengandalkan desain stylish dan harga kompetitif. Baru diperkenalkan, penjualan perdana Alcatel 1SE akan dilakukan pada 2 Februari eksklusif di Shopee, sedangkan 1S di minggu berikutnya. Banderol keduanya sama, yakni Rp1.799.000.

Kendati harganya sama, Denni menerangkan spesifikasi keduanya berbeda satu sama lain. “Keduanya sama-sama Octa-core tetapi 1SE dibekali RAM 4GB dan penyimpanan 64GB. Sedangkan 1S RAM 3GB dan penyimpanan 32GB. Namun di 1S ada fitur andalan kami, NFC. Alcatel 1S akan menjadi smartphone NFC termurah yang ada di pasar saat ini,” tegasnya.

Dengan peta persaingan ketat di pasar smartphone tanah air, sebagai pemain baru, Alcatel jelas punya Pekerjaan Rumah yang berat. Guna menarik minat pasar, Marketing Strategic Alcatel Mobile Indonesia yang juga CEO & Founder MCM Media Network Dodit Waluyo, menjabarkan strategi perusahaan untuk tahun ini.

“Sebelum meluncurkan produk, kami telah melakukan riset terlebih dahulu. Dari data kami, diketahui konsumen smartphone Indonesia suka dengan desain yang stylish, harga terjangkau, dan fitur kekinian. Maka dari itu kami merangkum keinginan masyarakat dengan menghadirkan 1SE dan 1S. Kami akan fokus di entry-level dengan produk berdesain stylish, harga murah tapi tidak murahan, kemudian fitur terkini seperti NFC, fingerprint, Autofocus, Face Detection, dan AI,” tutur Dodit.

Hadir di awal tahun 2021, industri perangkat smartphone tanah air juga punya regulasi baru. Mengenai izin produksi, dua smartphone perdana Alcatel dikatakan Denni, sudah diproduksi di Indonesia.

Menggandeng pabrik perakitan ponsel Adi Reka Mandiri (ARM) di Cikarang, perusahaan sudah menyiapkan 6 ribu unit untuk Alcatel 1SE dan 1S.

“TKDN sudah selesai, Postel juga sudah selesai. Sekarang kami sedang dalam tahap pendaftaran IMEI. Mudah-mudahan tidak akan ada masalah,” ujar Denni.

Selain ARM, Alcatel juga menggandeng operator Tri Indonesia dalam menghadirkan 1SE dan 1S. Menurut Denni, Tri mempunyai basis pengguna yang menjadi target market Alcatel, yakni milenial dan Gen Z. Dengan jumlah pengguna 39,8 juta dimana 80 persennya adalah usia 15 tahun sampai 25 tahun, tentu Tri Indonesia menjadi mitra ideal Alcatel.

Selain operator Tri, pada pengumuman comeback-nya (28/01/2021), Alcatel menggandeng PT Maxima Cipta Milardharta atau MCM Media Networks sebagai Marketing Strategic, PT Bejana Nusa Agung sebagai Importir dan Distributor resmi, serta e-commerce Shopee sebagai media distribusi, dan M-Care (ASTech) sebagai Service Center.

Setelah smartphone 1SE dan 1S, Denni membocorkan akan mengeluarkan perangkat tablet di kuartal depan (Q2). Untuk satu tahun ini, Alcatel menargetkan akan mengeluarkan setidaknya enam produk yang terdiri dari smartphone dan tablet.

“Kami berharap, kembalinya Alcatel bisa menjadi warna baru di industri smartphone tanah air dan kami mencoba menyediakan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia,” tutup Denni.

Artikel Terbaru