Beranda News Telco Ini Strategi Bisnis XL Axiata di 2021

Ini Strategi Bisnis XL Axiata di 2021

-

Jakarta, Selular.ID – Menyadari lanskap industri dan prilaku konsumen yang berubah, XL Axiata hingga kini terus berbenah demi meningkatkan kenyamanan pelanggan. Yessie D Yosetya, Direktur & Chief Information-Digitalization Officer XL Axiata menuturkan, dari segala upaya transformasi dan digitalisasi, tidak melulu melihat  ‘cost saving’ dari investasi yang telah dilakukan perusahaan.

“mengimplementasikan platform Zero Touch Operation (ZTO) yang bekerja dengan menggunakan Machine Learning Algorithm itu, business case-nya tidak penghematan. Kita lakukan investasi dapat untungnya dari mana. Jika kita lihat dari kaca mata pelanggan, investasi yang dilakukan sekarang ini akan membuat pelanggan puas, artinya akan membuat mereka setia menggunakan XL Axiata, tidak pindah. Justru bisa mengaet pelanggan lain dari kepuasan layanan yang diberikan. Jadi lebih ke arah multiplier effect, tidak melulu investasi yang dilakukan itu untuk cost saving,” tutur Yessie, dalam acara Digital Media Update Optimisasi Operational XL Axiata, Kamis (21/1).

Baca juga: Redam Gangguan Jaringan, XL Axiata Terapkan Platform ZTO  

Kemudian melalui investasi secara otomatis juga akan dapat mengakselerasi, dan tidak hanya operasional, “Tapi dari sisi aspek proses perusahaan XL Axiata juga kita evaluasi, dan itu juga akan kita lihat dan dilakukan optimisasi, sehingga nanti proses pembayaran bisa berjalan lebih tepat waktu, mendigitalisasi proses rekrutmen, artinya akan lebih produktif lagi, itu adalah proyeksi besar yang akan kita lakukan di 2021,” lanjutnya.

Kemudian hingga kini pun, XL Axiata terus melakukan investasi dari sisi jaringan. Dan terus membangun, memperluas coverage/cakupan jaringan guna menjaga layanan dan menggaet konsumen lebih banyak lagi.

Saat ini jaringan XL telah membentang dari Sabang hingga ke Merauke, termasuk di kawasan perkotaan maupun pedalaman. Seluruh site milik XL sudah 100% menjadi 4G, hingga Desember 2020, jangkauan layanan XL mencakup 34 provinsi, 458 kota/kabupaten, dan 60.623 desa, termasuk 353 desa 3T (USO) dengan total BTS sebanyak 143 ribu, serta didukung oleh jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 100.000 km di seluruh Indonesia.

Baca juga: 5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Ponsel Untuk Gaming    

Lalu untuk peningkatan kapasitas dan efisiensi jaringan dilakukan secara menyeluruh, baik pada jaringan radio, transport maupun core. Dalam rangka inovasi untuk meningkatkan penetrasi jaringan, XL Axiata juga melakukan uji coba teknologi Open RAN.

Yessie juga menekankan kenapa optimisasi yang dilakukan XL Axiata ini menjadi penting, karena hal ini baik dilakukan untuk penerapan jaringan 5G kedepan.

“Bisa dibayangkan sekarang perangakt radio kita ada 140 ribu, maka untuk mengelar 5G, kita butuh perangkat lebih banyak lagi, frekuensi yang kita gunkan di tingkat tinggi. Sehingga operasional dengan mengandalkan manusia akan sulit, harus ada mesin perangkat AI di belakangnya,” tandasnya.

Sekedar informasi XL Axiata dipenghujung 2020 telah melakukan uji coba Dynamic Spectrum Sharing (DSS) 4G/5G. DSS adalah teknologi yang memungkinkan pemanfaatan spektrum yang sama untuk layanan 4G dan 5G. DSS dijajal XL dengan spektrum yang dimilikinya yaitu 1.800 MHz dan 2.100 MHz.

Baca juga: Pengamat: Tanpa Adanya Backbone Fiber Optic, 5G Tidak Terlaksana  

Uji coba yang dilakukan di area Depok ini berada pada tahap optimasi dan evaluasi performa. Untuk keperluan uji coba ini, XL Axiata bekerja sama dengan Ericsson melalui feature ESS (Ericsson Spectrum Sharing).

Dalam melaksanakan transformasi digital dalam operasional perusahaan, XL Axiata juga telah menjalankan sejumlah inisiatif yang strategis. Selain implementasi platform Zero Touch Operation, inisiatif yang telah diimplementasikan antara lain Google Cloud – Hybrid-Cloud​, Cloud Core 5G-Ready, Customer Identity and Access Management (CIAM), SAP S/4 HANA Cloud, Omnichannel Customer Value Management (CVM), dan Multi Channel Campaign Management (MCCM).

Artikel Terbaru