Beranda News Tak Ingin Terus Merugi, LG Terapkan Perubahan Radikal

Tak Ingin Terus Merugi, LG Terapkan Perubahan Radikal

-

Jakarta, Selular.ID – LG Electronics mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengatur ulang divisi ponsel yang selama ini merugi. Vendor yang berbasis di Seoul itu, akan meningkatkan program outsourcing untuk smartphone kelas bawah hingga menengah. Para analis menilai kebijakan drastis itu ditempuh LG sebagai upaya untuk memotong biaya, sekaligus bisa bersaing dengan vendor-vendor China.

Kebijakan yang ditempuh LG tidak mengagetkan. Pasalnya, LG telah mengatakan pada Oktober tahun lalu bahwa mereka akan memperluas kebijakan menggunakan ODM ke jajaran smartphone kelas menengah, dari sebelumnya hanya smartphone kelas bawah.

Sejauh ini bisnis komunikasi selular LG, yang telah melaporkan kerugian operasional selama 22 kuartal berturut-turut, telah menciptakan kapasitas baru untuk pembuatan desain asli (ODM), kata juru bicara perusahaan asal Korea Selatan itu.

Program tersebut mengacu pada outsourcing desain dan pembuatan smartphone, dengan LG membubuhkan labelnya pada produk. Selain memilih untuk melibatkan vendor lain untuk memproduksi line up di kelas bawah, LG juga telah menghapus beberapa posisi penelitian dan produksi, serta merombak beberapa divisi lain.

Cara tersebut ditempuh LG, sebagai bagian dari upaya untuk memfokuskan R&D dan produksi in-house pada smartphone premium. Sementara smartphone yang membidik segmen menengah ke bawah akan diproduksi oleh ODM.

Bisnis LG di pasar smartphone terbilang naik turun. Merek yang identik dengan produk home appliances itu, sempat menduduki peringkat ketiga di pasar ponsel pintar global pada kuartal pertama 2013, seperti dilansir lembaga riset Strategy Analytics.

Namun kebangkitan vendor China, membuat LG semakin tercecer dalam persaingan. Berdasarkan laporan perusahaan riset Counterpoint, LG bahkan tidak berada di antara tujuh teratas di kuartal ketiga tahun ini setelah kalah dari Huawei, Xiaomi, Oppo dan Vivo.

“LG menyadari bahwa mereka kini bersaing dengan vendor-vendor China, bukan Apple atau Samsung. Perusahaan mencoba menambah nilai model kelas menengah ke bawah yang harganya lebih terjangkau, dengan menggunakan pabrikan desain asli yang digunakan oleh perusahaan China,” ujar Tom Kang, analis di Counterpoint.

“Strategi outsourcing dapat memperkuat produksi LG. Namun hal itu tidak serta merta mengatrol posisi LG. Karena tanpa kemampuan pemasaran, LG tidak bisa menang melawan perusahaan China yang pandai dalam hal itu,” tambah Kang.

Demi mempertahankan pasar yang kompetitif, LG telah meluncurkan berbagai perangkat kelas menengah dan bawah pada 2020. Vendor lapis kedua Korsel itu, juga berusaha untuk membedakan penawarannya di segmen premium melalui LG Wing dari segmen Explorer Project, sebuah unit yang ditugasi membawa perangkat kelas atas dengan form factor asli ke pasar.

Meskipun menunjukkan peningkatan berurutan dan tahun-ke-tahun di Q3-2020, dvisi mobile perusahaan masih terus menelan kerugian. Tercatat kerugian operasional pada kuartal tersebut mencapai KRW148 miliar ($ 136,1 juta).

Pada Januari tahun ini, perusahaan memperingatkan pihaknya memperkirakan unit tersebut akan mengalami “persaingan ketat” dalam menjual handset 5G, mencatat keberhasilan divisi tersebut bergantung pada kemampuannya untuk menjual perangkat tingkat menengah hingga tinggi ke pasar massal. Di akhir tahun, mereka memperingatkan masalah produksi terkait pandemi akan semakin menghambat kemajuan.

Artikel Terbaru