Beranda Apps Apple Pangkas Biaya App Store, Khusus Pengembang Rintisan

Apple Pangkas Biaya App Store, Khusus Pengembang Rintisan

-

Jakarta, Selular.ID – Apple mengumumkan bahwa pihaknya akan mengurangi tarif komisi App Store, perubahan ini diperuntunkkan bagi pengembang iOS kecil guna mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Program pengembang bisnis kecil di App Store ini memungkinkan pengembang setidaknya memperoleh kurang lebih $1 juta (sekitar Rp 14 jutaan) dalam penjualan pertahun dari semua aplikasi mereka, melalui potongan sebesar 15 persen, setengah dari standar Apple yang kini mencapai 30 persen biaya dari semua pendapatan aplikasi berbayar atau pembelian dalam aplikasi.

Tim Cook selaku CEO Apple dikutip dari Techcrunch menjelaskan binis kecil saat ini adalah tulang punggung ekonomi global, “kita dari inovasi dan peluang dalam komunitas meluncurkan program ini untuk membantu pemilik bisnis kecil berikutnya tentang kreativitas ddan untuk membangun jenis aplikasi berkualitas yang disukai pelanggan kami,” ujarnya, Kamis (19/11).

Baca juga: Pengembang Diwajibkan Lampirkan Label Informasi di App Store

Tim menambahkan App Store kini telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, menciptakan jutaan pekerjaan baru dan jalur menuju kewirausahaan yang dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki ide hebat.

“Program baru kami membawa kemajuan itu ke depan dengan membantu pengembang mendanai bisnis kecil mereka, mengambil risiko pada ide-ide baru, memperluas tim mereka, dan terus membuat aplikasi yang memperkaya kehidupan masyarakat,” sambungnya.

Program baru ini pasti membantu para pengembang aplikasi rintisan, terlebih pada pengembang game indie, dan anggota ekosistem iOS lainnya.

Apple sendiri telah melewati tahun yang cukup berat dimana sebagian besar media berfokus pada pemotongan 30% aplikasi di App Store dan banyak aturan yang diberlakukan pada pengembang sebelum memberikan izin masuk ke App Store.

Program bisnis kecil App Store ini meskipun diposisikan sebagai cara untuk menawarkan bantuan kepada developer selama pandemi COVID-19, tidak dapat dipisahkan dari banyak kontroversi yang ditemukan Apple selama ini.

Artikel Terbaru