Tuesday, August 11, 2020
       
Home News Social Media ByteDance Berencana Pindahkan Kantor Pusat TikTok ke Luar China

ByteDance Berencana Pindahkan Kantor Pusat TikTok ke Luar China

-

Jakarta, Selular.ID – Raksasa internet Cina, ByteDance sedang mempertimbangkan untuk mengubah struktur perusahaan aplikasi video pendek TikTok yang populer, karena sedang dalam pengawasan ketat oleh Amerika Serikat.

Bahkan operasional TikTok telah dibekukan oleh pemerintah India, menyusul bentrokan yang terjadi di lembah Galwan, Ladakh, yang menewaskan 20 tentara India.

Seperti dilansir dari Wall Street Journal, Kamis (9/7/2020) seorang eksekutif senior ByteDance, sedang mendiskusikan opsi seperti membuat struktur manajemen baru untuk TikTok atau mendirikan kantor pusat di luar China demi menjauhkan operasi aplikasi tersebut dari negara itu, Wall Street Journal melaporkan pada Kamis.

“Ketika kami mempertimbangkan jalur terbaik ke depan, ByteDance sedang mengevaluasi perubahan pada struktur perusahaan dari bisnis TikTok. Kami tetap berkomitmen penuh untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna kami saat kami membangun platform yang menginspirasi kreativitas dan membawa kegembiraan bagi ratusan juta orang di seluruh dunia”, demikian sumber itu mengatakan.

TikTok menambahkan bahwa perubahan manajemen dan keputusan pemindahan kantor pusat, merupakan langkah terbaik para pengguna, karyawan, artis, pencipta, mitra, dan pembuat kebijakan.

TikTok termasuk di antara 59 aplikasi China yang dilarang oleh pemerintah India pada bulan lalu, dengan alasan ancaman terhadap kedaulatan, keamanan, dan ketertiban umum.

Setelah India melarang TikTok, Menteri Luar Negeri Mike, Pompeo, selama wawancara dengan Fox News, mengisyaratkan kemungkinan larangan yang sama untuk TikTok dan aplikasi China lainnya.

TikTok memiliki sekitar 200 juta pengguna terdaftar di India. Aplikasi ini telah diunduh 660 juta kali sejak diluncurkan di negara ini. Perusahaan yang menaungi TikTok, ByteDance, saat ini mempekerjakan sekitar 2000 orang di India.

Sekedar diketahui, meski berbasis di China, ByteDance dimiliki sejumlah investor AS seperti Coatue Management, General Atlantic, dan Sequoia Capital.

Pada Januari 2020, dilaporkan bahwa TikTok memperoleh pendapatan Rs 23-25 crore pada Oktober-Desember seperempat di India saja. Secara kasar, 10 persen dari bagian pendapatannya berasal dari India.

Menurut perkiraan industri, pendapatan iklan TikTok di India tumbuh 50 persen dalam satu tahun. Tetapi perusahaan ini belum mengantongi pangsa signifikan dari pasar periklanan digital Rs 17.000 crore India.

Pendapatan Rt 25 cr TikTok masih sedikit dibandingkan dengan Facebook. Menurut pengajuan peraturan Facebook, raksasa media sosial menguasai 71 persen pertumbuhan di pasar India, dengan pendapatan Rs 892 crore sepanjang 2018-2019. Pendapatan segmen bisnis pengecer iklan Facebook berjumlah Rs 263 crore untuk tahun finansial 2019.

Dengan hilangnya pasar India, para petinggi Bytedance tentu menjadi pening kepala. Apalagi selain TikTok, aplikasi Hello yang juga besutan Bytedance termasuk yang dilarang. Aplikasi ini telah memiliki lebih dari 40.000.000 pengguna.

Padahal seperti halnya TikTok, Hello juga sangat popular di India dan sudah tersedia dalam bahasa seperti Hindi, Telugu, Tamil, Malayalam, dan banyak lagi.

Sebuah laporan baru-baru ini mengklaim Bytedance akan kehilangan USD6 miliar atau sekitar Rp87 triliun sebagai akibat langsung dari larangan India, seperti dikutip dari laman Android Authority (7/7/2020).

Di AS sendiri, sentiment terhadap China membuat posisi TikTok terbilang rawan. Sudah sejak lama aplikasi ini dicurigai dapat digunakan untuk memata-matai negeri Paman Sam tersebut. Tidak hanya itu, pemerintah Tiongkok diduga dapat mengumpulkan data pengguna dan mengendalikan konten yang dibagikan di platform tersebut.

Pada awal tahun ini, militer Amerika Serikat telah melarang anggotanya untuk menggunakan aplikasi tersebut. Para tentara itu diminta untuk menghapus aplikasi TikTok yang sebelumnya terpasang di smartphone mereka.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest