Sunday, July 12, 2020
Home News Market Update Penetrasi 5G Bisa Bantu Pemulihan Industri Smartphone Global

Penetrasi 5G Bisa Bantu Pemulihan Industri Smartphone Global

-

Jakarta, Selular.ID – Industri smartphone terlihat babak belur akibat pandemi corona. Lembaga riset terkemuka IDC memprediksi, pengiriman smartphone global akan turun hampir 12% menjadi 1,2 miliar unit pada tahun 2020. Pengeluaran konsumen yang lebih rendah karena dampak ekonomi dari krisis virus corona, membuat pasar anjlok ke titik terendah.

IDC menilai, pandemi COVID-19 tidak hanya mengganggu rantai pasokan bisnis, dengan para pembuat ponsel pintar utama seperti Apple dan Samsung mengalami kenaikan biaya, tetapi juga menekan pengeluaran konsumen di seluruh dunia.

“Kebijakan penguncian secara nasional dan meningkatnya pengangguran telah mengurangi kepercayaan konsumen di seluruh dunia. Konsumen kini lebih memprioritaskan kembali pengeluaran untuk barang-barang penting, sehingga secara langsung berdampak pada penyerapan smartphone dalam jangka pendek”, kata Sangeetika Srivastava, analis riset senior IDC.

Apple, yang terpaksa menutup toko ritel di Amerika Serikat dan Eropa setelah wabah itu, memutuskan untuk memberikan diskon pada iPhone 11 di China. Vendor juga merilis model harga rendah SE baru untuk menghadapi penurunan permintaan smartphone global.

Firma riset TrendForce mengatakan pada April lalu, pihaknya memperkirakan produksi smartphone global akan merosot 16,5% pada pada Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya produksi telah turun sebesar 10% seluruh dunia pada kuartal Maret, ketika pertama kali wabah menyebar dan memuncak di China dan negara-negara Asia, sebelum menyapu Eropa, Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Namun, pengiriman dari pabrik-pabrik Cina ke vendor naik 17% pada April dari tahun sebelumnya, menunjukkan tanda-tanda rebound awal permintaan domestik di pasar smartphone terbesar di dunia.

Di China, di mana ekonomi telah mulai dibuka kembali dan pabrik-pabrik telah memulai kembali operasinya, IDC memperkirakan penurunan satu digit di tahun ini.

Dengan kondisi yang terbilang compang-camping, IDC memperkirakan pasar smartphone global baru akan pulih pada kuartal pertama 2021. Meski demikian, perusahaan riset itu juga mengharapkan penyebaran 5G yang akan datang dapat membantu pemulihan pengiriman smartphone pada tahun depan.

Sebelumnya laporan Strategy Analytics menunjukkan pengiriman smartphone 5G di Q1-2020 melampaui jumlah yang dikirimkan sepanjang 2019, dengan permintaan di pasar China yang terbilang kuat.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan riset itu mengatakan 24,1 juta unit smartphone 5G telah dikirimkan pada kuartal tersebut, dibandingkan dengan 18,7 juta sepanjang 2019. China muncul sebagai pemimpin dalam hal permintaan, setelah terlepas dari dampak Covid-19, diikuti oleh Korea Selatan, AS dan Eropa.

Neil Mawston, Direktur Eksekutif Strategy Analytics, mengatakan permintaan di China mencerminkan “kecepatan operator China meluncurkan jaringan 5G”, dan keberhasilannya bahkan lebih signifikan mengingat sebagian besar negara ditutup selama periode karena pandemi.

“Karena Cina terus meningkatkan kegiatan ekonomi, kami berharap pengiriman 5G ke pasar ini akan terus berkembang secara dramatis pada tahun 2020,” ujar Neil.

Sekedar diketahui, setelah komersialisasi 5G pada Oktober tahun lalu, China terus menggenjot pembangunan jaringan 5G. Beijing telah lama mempertimbangkan membangun 5G harus menjadi prioritas strategis, menyusul pembentukan jaringan 3G yang relatif terlambat.

Menurut laporan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT), China telah membangun 130.000 BTS sepanjang 2019. Angka itu diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 600.000 unit pada akhir 2020. Hal ini menunjukkan, investasi akan terus digelontorkan tanpa terpengaruh wabah corona.

Meski pertumbuhan smartphone 5G terus meningkat, namun kue yang dinikmati tetap terbatas pada vendor-vendor utama. Strategy Analytics melaporkan, Samsung memimpin dengan 8,3 juta unit dikirimkan dengan pangsa pasar 34,4 persen. Huawei, termasuk sub-merek Honor, juga meraih sukses besar, mengumpulkan 33,2 persen saham dengan 8 juta unit yang dipindahkan.

Lima besar lainnya dikuasai pemain China lainnya, yakni Vivo, Xiaomi dan Oppo. Ketiganya masing-masing mengapalkan 2,9 juta, 2,5 juta dan 1,2 juta unit smartphone 5G.

Latest