Sunday, July 12, 2020
Home News Telco Operator Malaysia Mulai Seleksi Vendor Jaringan 5G

Operator Malaysia Mulai Seleksi Vendor Jaringan 5G

-

Jakarta, Selular.ID – Operator terbesar kedua di Malaysia, Celcom Axiata, diperkirakan akan menggelar layanan 5G menggunakan dua vendor jaringan. Saat ini Celcom tengah mengadakan diskusi dengan keempat pemain utama, sebelum bersiap untuk membuat keputusan final.

Jamaludin Ibrahim, Presiden dan CEO Axiata Group, perusahaan induk Celcom, mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana sedikitnya $1 miliar untuk menggelar jaringan 5G di seantero negeri selama lima tahun ke depan.

Menurut laporan Reuters, Huawei adalah vendor perlengkapan nirkabel utama untuk Celcom. Vendor jaringan asal China itu diketahui telah melakukan perjanjian pendahuluan dengan Celcom untuk membangun jaringan 5G, namun sejauh ini belum ada kesepakatan yang diselesaikan. Selain Celcom, Huawei juga telah menandatangani perjanjian dengan Maxis, untuk meluncurkan layanan serupa.

Selain Huawei, Ericsson juga merupakan mitra tradisional Celcom. Diketahui, pada Mei 2017 Celcom dan Ericsson telah melakukan uji coba 5G pra-standar. Sebelumnya, baik Ericsson maupun Huawei merupakan pemasok utama infrastruktur jaringan 4G milik Celcom.

Ibrahim mengatakan bahwa secara umum pihaknya ingin memiliki dua vendor, dan di Malaysia umumnya mereka adalah “dua”, merujuk pada Huawei dan Ericsson. Meski demikian, dia menyebutkan bahwa vendor lainnya, Nokia dan ZTE juga akan diundang untuk berpartisipasi dalam tender 5G.

Sekedar diketahui, regulator telekomunikasi Malaysia pada awal Januari 2020 mengkonfirmasi rencana untuk mengalokasikan spektrum 5G di empat pita, dengan penyebaran komersial diharapkan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini.

Adapun kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan pasokan, setelah AS pada pertengahan Mei membatasi akses Huawei ke komponen yang diproduksi di luar negeri, menggunakan perangkat lunak dan teknologi AS, Ibrahim mengatakan vendor memberikan jaminan dan yakin dapat mengamankan pasokan.

Reuters menambahkan, pengembangan teknologi 5G sudah mulai dirintis operator Malaysia sejak beberapa tahun lalu. Pada November 2018, Celcom dan pesaingnya Maxis sepakat untuk mengeksplorasi berbagi infrastruktur 5G. Kedua operator berencana memperluas uji coba teknologi mobile generasi berikutnya.

Pada awal Oktober 2019, Maxis, operator selular terbesar di Malaysia, menyebut Huawei sebagai pemasok teknologi 5G, yang akan memutakhirkan jaringan LTE untuk mempersiapkan peluncuran layanan selular generasi mendatang ketika alokasi spektrum ditetapkan oleh pemerintah.

Beberapa waktu lalu, Celcom melaporkan pendapatan layanan selular turun 5,1 persen tahun-ke-tahun pada Q1 menjadi MYR1,43 miliar ($ 328 juta) karena basis pelanggannya turun 10,8 persen menjadi 7,98 juta dan ARPU campuran turun 2 persen menjadi MYR48,00.

Meski kinerja tengah menurun, namun hal itu tidak menyurutkan Celcom untuk segera menggelar layanan 5G yang akan memberi peluang tumbuhnya revenue baru.

Sekedar diketahui, Regulator telekomunikasi Malaysia mengkonfirmasi rencana untuk mengalokasikan spektrum 5G di empat pita, dengan penyebaran komersial diperkirakan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini.

Setelah penyelidikan publik dan rilis laporan akhir pada September tahun lalu, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) mengidentifikasi empat pita, masing-masing 700MHz, 3,5GHz, 26GHz, dan 28GHz sebagai frekuensi spektrum untuk peluncuran 5G.

Mengambil pendekatan baru, MCMC sedang mempertimbangkan untuk mengalokasikan pita 700MHz dan 3.5GHz ke satu entitas yang terdiri dari konsorsium yang dibentuk oleh banyak pemegang lisensi, sebagai pengganti lisensi perorangan, dalam upaya untuk menurunkan belanja modal dengan meminimalkan biaya dan mencegah duplikasi infrastruktur. MCMC berencana menggelar tender untuk memutuskan pemenang.

Pada awalnya, BRTI Malaysia itu hanya akan menetapkan 2x30MHz di pita 700MHz dan 100MHz di pita 3,5GHz. Frekuensi pada pita 26GHz dan 28GHz akan dipertimbangkan untuk penugasan di kemudian hari.

MCMC mengatakan alokasi spektrum 4G yang ada akan dipertahankan, mencakup pita 2.3GHz dan 2.6GHz hingga Desember 2021, dengan peninjauan pita-pita spektrum itu direncanakan pada 2021.

Latest