Monday, July 13, 2020
Home News Enterprise Huawei Klarifikasi Hubungannya dengan Inggris

Huawei Klarifikasi Hubungannya dengan Inggris

-

Jakarta, Selular.ID – Huawei menyangkal kabar seputar ketidakharmonisan hubungannya dengan negara Inggris. Perusahaan memastikan kemitraannya baik-baik saja dengan kerajaan adidaya tersebut.

VP Huawei Victor Zhang mengatakan laporan tentang rencana pemerintah Inggris mengakhiri keterlibatan Huawei dalam penggelaran jaringan 5G dalam tiga tahun mendatang adalah berita yang menyesatkan.

“Kami telah melihat laporan dari sumber yang tidak disebutkan namanya, yang tidak masuk akal,” ujarnya.

Menurut Victor Zhang, Inggris sudah menyetujui kerjasama dengan Huawei dalam peluncuran jaringan 5G di negaranya.

“Pemerintah (Inggris) pada bulan Januari memutuskan untuk menyetujui peran kami dalam peluncuran 5G, karena Inggris membutuhkan teknologi terbaik, lebih banyak pilihan, inovasi dan lebih banyak pemasok, yang semuanya berarti jaringan yang lebih aman dan lebih tangguh,”

Zhang menekankan bahwa perusahaan seluler dan broadband adalah prioritas Huawei.

“Sebagai perusahaan swasta, yang 100% dimiliki oleh karyawannya, dan telah beroperasi di Inggris selama 20 tahun, prioritas kami adalah membantu perusahaan seluler dan broadband menjaga Inggris untuk selalu terhubung, yang dalam krisis kesehatan saat ini menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Ini adalah rekam jejak kami yang sudah terbukti.”

Sebelumnya diberitakan dari surat kabar terkemuka Daily Telegraph, pada Jumat (22/5), Perdana Menteri Boris Johnson telah meminta para pejabat untuk membuat rencana untuk mengurangi keterlibatan China dalam infrastruktur Inggris menjadi nol pada 2023.

Johnson diperkirakan akan menggunakan lebih sedikit ketergantungan pada China sebagai sarana untuk meningkatkan pembicaraan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump setelah mundurnya Inggris dari Uni Eropa.

Kabar tentang pengurangan keterlibatan pembuat peralatan telekomunikasi China dalam jaringan 5G Inggris itu merebak setelah krisis ekonomi akibat pandemi virus corona.

Latest