Wednesday, May 27, 2020
Home News Feature Penjualan Smartphone Samsung Diprediksi Anjlok Karena Corona

Penjualan Smartphone Samsung Diprediksi Anjlok Karena Corona

-

Jakarta, Selular.ID – Samsung Electronics mengatakan pada hari Selasa (7/4) bahwa laba operasi kuartal pertama tahun ini, kemungkinan akan naik sedikit dari penurunan setahun sebelumnya. Disebabkan penjualan chip yang solid membantu meredam pukulan dari pandemi coronavirus pada smartphone dan TV.

Menurut laporan Reuters, vendor terbesar dalam semikonduktor itu, diuntungkan oleh permintaan chip yang lebih tinggi dari pembuat laptop dan pusat data di tengah perubahan yang digerakkan oleh coronavirus, dan mendorong pengguna bekerja dari rumah.

Tetapi pada saat yang sama raksasa teknologi Korea Selatan itu juga mengharapkan penjualan ponsel dan elektronik konsumen yang lebih besar pada kuartal saat ini, ketika coronavirus menyapu Eropa dan Amerika Serikat – pasar utama untuk smartphone dan TV premium.

Samsung mengatakan laba operasi diharapkan menjadi 6,4 triliun won ($ 5,2 miliar) pada kuartal yang berakhir Maret, dibandingkan dengan 6,2 triliun won setahun yang lalu dan estimasi 6,2 triliun won, menurut analis Refinitiv SmartEstimate.

Pendapatan kemungkinan naik 5% menjadi 55 triliun won dari tahun lalu, sejalan dengan estimasi 55,6 triliun won. Pembuat smartphone, TV, peralatan, chip memori, dan display ini adalah perusahaan teknologi global pertama yang melaporkan estimasi pendapatan kuartal 1-2020 (Januari-Maret).

Samsung mengatakan pada Maret lalu, bahwa pandemi coronavirus akan merusak penjualan smartphone dan elektronik konsumen tahun ini, sementara permintaan dari pusat data akan memicu pemulihan di pasar chip memori.

Hasil kuartal pertama lebih kecil dari perkiraan internal Samsung dari awal Maret, dan perusahaan mengharapkan penjualan yang lebih besar pada kuartal kedua 2020.

“Meskipun bisnis selular Samsung terkena wabah koronavirus pada kuartal ini, kemungkinan akan menghadapi tantangan yang lebih besar pada kuartal kedua. Apalagi Amerika Serikat dan Eropa telah menjadi negara yang paling terpukul,” ujar Kim Sun-woo, analis pada Meritz Securities.

Hana Financial Investment baru-baru ini memangkas perkiraan pengiriman smartphone Samsung menjadi 260 juta, dari perkiraan awal 300 juta karena permintaan yang lebih lambat untuk smartphone flaghsip. Pada akhirnya hal ini juga akan menggerus margin pendapatan dari bisnis ponsel.

Di sisi lain, Foxconn Taiwan, pemasok utama produk Apple, mengatakan pada hari Senin (6/4) bahwa pendapatan Januari-Maret turun 12% dari tahun sebelumnya, setelah Apple memperingatkan bahwa tidak mungkin untuk memenuhi target penjualan pada kuartal pertama 2020.

Saat wabah corona merebak pertama kali di China pada akhir tahun lalu, strategi Samsung untuk menyebarkan basis produksinya ke negara-negara lain termasuk Vietnam dan India terbilang cukup berhasil, karena gangguan pasokan di China melanda pesaing seperti Apple.

Tetapi ketika virus menyebar ke seluruh dunia, Samsung juga harus menutup pabrik dan toko ritel di Eropa, India, dan Amerika Serikat, yang merupakan pasar utama chaebol Korea itu.

TERBARU

Huawei Klarifikasi Hubungannya dengan Inggris

Jakarta, Selular.ID – Huawei menyangkal kabar seputar ketidakharmonisan hubungannya dengan negara Inggris. Perusahaan memastikan...

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp18,66 Triliun

Jakarta, Selular.ID - Sepanjang tahun 2019 Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 135,57...

Transaksi Youtap Tumbuh 5x Lipat

Jakarta, Selular.ID - Youtap mencatat pertumbuhan volume transaksi non-tunai ShopeePay yang menggunakan jaringan merchantnya...

Latest