Wednesday, May 27, 2020
Home News Market Update Gegara Virus Corona, iPhone 11 Didiskon Gede-gedean

Gegara Virus Corona, iPhone 11 Didiskon Gede-gedean

-

Jakarta, Selular.ID – Saat virus corona menyebar cepat ke berbagai negara, China yang merupakan sumber dari pandemi itu dikabarkan mulai pulih. Aktifitas di Kota Wuhan yang merupakan sumber dari wabah itu, berangsur-angsur mulai berjalan normal pada awal pekan ini. Wuhan sebelumnya mengalami lock down hingga dua bulan, guna memutus mata rantai corona.

Tanda-tanda pulihnnya China dari hantaman virus corona, dimanfaatkan oleh peritel untuk kembali mendorong penjualan yang sempat drop sejak akhir Januari lalu. Dilansir dari Reuters, beberapa pengecer online China telah menawarkan potongan harga sangat menarik untuk iPhone 11 yang diproduksi Apple.

Penurunan harga terjadi ketika perusahaan perangkat keras bersiap-siap untuk tahun yang tidak pasti untuk sektor ponsel pintar, karena penyebaran global dari coronavirus mengurangi permintaan sementara saingan China mengeluarkan model 5G, demikian laporan Reuters.

Toko online Suning, vendor elektronik China yang populer, menawarkan versi 64GB dari iPhone 11 seharga 4.999 yuan ($ 707,54), diskon 500 yuan dari harga yang tercantum di situs web resmi Apple di China.

Versi 64GB dari iPhone 11 Pro Max, dijual hanya seharga 7499 yuan ($ 1.061,38), diskon 1600 yuan dari harga di situs web Apple di China. Vendor e-commerce lainnya, termasuk JD.com, Gome, dan Dangdang, serta beberapa reseller resmi Apple di Tmall, situs populer yang dijalankan oleh Alibaba Group Holding Ltd, menawarkan potongan harga yang serupa.

Untuk sementara waktu, Apple memberikan sedikit kelonggaran bagi penjual pihak ketiga China untuk menurunkan harga. Diskon terhadap iPhone sesungguhnya bukan cerita baru. Pada awal 2019, beberapa e-commerce China melakukan penurunan harga pada sejumlah model iPhone.

Potongan harga diambil ketika perusahaan menghadapi permintaan yang lemah di China, disebabkan persaingan yang keras dengan vendor-vendor domestik. Terutama empat pemain besar ; Huawei, Oppo, Vivo dan Xiaomi.

CEO Apple Tim Cook, mengakui bahwa pemotongan harga berperan dalam membantu perusahaan memulihkan penjualan di China yang terus menurun di China. Kini langkah yang sama, juga dilakukan Apple guna mengatasi penurunan penjualan karena dampak dari wabah virus corona.

 

Pada Februari lalu, saat serbuan virus memuncak di China, Cook memperingatkan kepada investor bahwa perusahaan tidak akan memenuhi pedoman pendapatan untuk kuartal mendatang di tengah gangguan rantai pasokan Tiongkok dan melemahnya permintaan konsumen di sana.

Data dari Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok (CAICT), mengungkapkan bahwa Apple hanya mengirim kurang dari 500.000 telepon di pasar domestik pada bulan itu.

Mo Jia, yang melacak industri smartphone global di perusahaan riset Canalys, mengatakan bahwa meskipun beberapa merek ponsel pintar telah melihat penjualan di China pulih setelah virus mereda di negara itu, Apple belum menjadi salah satu pilihan konsumen.

Dia mengaitkan pembelian yang tertunda dengan peluncuran cepat perangkat 5G merek China, karena konsumen yang siap untuk membeli ponsel baru menginginkan model yang kompatibel dengan jaringan telekomunikasi yang ditingkatkan di negara tersebut.

“Apple hanya menawarkan ponsel 4G dan harganya mahal dibandingkan para pesaingnya,” kata Jia.

TERBARU

Huawei Klarifikasi Hubungannya dengan Inggris

Jakarta, Selular.ID – Huawei menyangkal kabar seputar ketidakharmonisan hubungannya dengan negara Inggris. Perusahaan memastikan...

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp18,66 Triliun

Jakarta, Selular.ID - Sepanjang tahun 2019 Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 135,57...

Transaksi Youtap Tumbuh 5x Lipat

Jakarta, Selular.ID - Youtap mencatat pertumbuhan volume transaksi non-tunai ShopeePay yang menggunakan jaringan merchantnya...

Latest