Friday, May 29, 2020
Home News Market Update AIPTI: Dampak Corona, Permintaan Ponsel Turun 12.5%

AIPTI: Dampak Corona, Permintaan Ponsel Turun 12.5%

-

Jakarta, Selular.ID – Akibat virus Corona menurut Ali Soebroto Oentaryo, Ketua Umum AIPTI (Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia) akan berdampak pada melemahkan daya beli konsumen, serta permintaan ponsel diprediksi akan turun mencapai 10 – 12.5% secara global.

Dikatakan Ali, hal ini berdasarkan, virus Corona terjadi saat Chinese New Year. Secara tradisi pabrik atau kegiatan business di Tiongkok libur antara 10 hingga 14 hari, sehingga untuk pengapalan bulan Febuari, dimajukan di akhir Januari. Artinya, pengapalan Januari dipersiapkan untuk kebutuhan dua bulan.

“Pada umumnya perusahaan mempunyai base stock 1 bulan, dengan posisi ini supply ke pasar bisa berlanjut hingga akhir April 2020,” ujar Ali, dalam pesan singkat, kepada Selular.id

Menurut Ali, apabila dampak Virus menghentikan supply material hingga ke posisi normal maksimum dua bulan, maka akhir Maret lancar kembali, produksi bisa dilakukan lagi di bulan April, maka supply untuk bulan Mei sudah tersedia. Dengan demikian supply ke pasar praktis tidak berdampak.

Ali melihat, pabrik pemasok material di China berhenti produksi 1 hingga 1,5 bulan, dan diperkirakan menjadi normal kembali dalam 14 hari.

Kemudian pabrik di Indonesia, produksi ponsel di Indonesia di turunkan speed produksinya di bulan Februari dan Maret, sehingga yang terjadi adalah, bisa diminimalkan menjadi 1 bulan saja dan ini merupakan kerugian yang tidak bisa di hindari lagi.

Saat pengepalan akhir Maret mulai berjalan, akan di susul produksi tambahan di pertengahan April dan akhir April, produksi tambahan ini untuk mengembalikan posisi stock ke posisi sebelumnya. Dengan produksi seperti itu, perusahaan bekerja dengan menambah jam serta hari kerja.

“Disini timbul kerugian lagi dimana biaya operasi menjadi lebih mahal, kerugian kerugian ini yang terjadi di pabrik, melihat itu, ”kata Ali lagi.

Untuk memimalisir hal itu, langkah yang harus diambil, menurut Ali adalah beban pabrik bisa agak diturunkan, sehingga kerugian dari kerja lembur bisa dikurangi.

Virus Corona Terhadap Daya Beli di Indonesia

Untuk dampak yang ditimbulkan dari wabah virus Corona di Indonesia, dikatakan Ali, belum bisa dijetahui untuk saat ini, karena faktornya banyak. Namun karena dampak Corona virus berskala Global, pada umumnya dikaitkan dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi, jadi penurunanya diperkirakan sekitar angka itu.

“Tentu ada dampaknya, namun pastinya saya belum tahu tapi perkiraannya segitu,”kata Ali.

Baca Juga :Dampak Virus Corona terhadap Penjualan Ponsel di Jakarta

Dan yang harus dilakukan vendor-vendor dan pemerintah supaya industri ponsel tetap tumbuh, Ali menyarankan untuk ciptakan lapangan kerja yang banyak. ( hal ini Selaras degan Omnibus law Cipta Karya).

“Kemudian, berikan pekerjaan lebih banyak, sehingga bisa kerja lembur, dapat uang lembur (bukan dengan cara menaikan UMR dengan hanya menanda tangani peraturan). Bagaimana supaya pekerjaan menjadi banyak, bisa dengan tambah investasi atau menggunakan kapasitas yang sebelumnya, atau menambah shift kerja,” tutup Ali

TERBARU

iPhone 11 Jadi Smartphone Terlaris Dunia pada Q1 2020

Jakarta, Selular.ID - Apple bisa dibilang tepat mengambil keputusan untuk merilis iPhone 11 pada...

GoCar Pasang Sekat Pelindung di Era New Normal

Jakarta, Selular. ID - Gojek meningkatkan protokol kesehatan dan standar higienitas guna membantu masyarakat...

Siap Beri Pinjaman Bunga Rendah, Julo Kantongi Izin OJK

Jakarta, Selular.ID - Di tengah maraknya penutupan perusahaan fintech ilegal di tengah suasana pandemi...

Latest