Thursday, August 6, 2020
       
Home News Huawei Siap Pindahkan Pusat Penelitian dari AS ke Kanada

Huawei Siap Pindahkan Pusat Penelitian dari AS ke Kanada

-

Jakarta, Selular.ID – Sanksi yang dijatuhkan pemerintah AS kepada Huawei, membuat raksasa telekomunikasi China itu, berencana untuk mengambil langkah-langkah drastis.

Pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei menguraikan rencana untuk meninggalkan pusat R&D perusahaan di AS dan pindah ke Kanada.

Seperti diwartakan oleh The Globe and Mail, Ren mengungkapkan langkah itu sebagai upaya mengurangi keterlibatan perusahaan di AS setelah dimasukkan ke dalam daftar hitam perdagangan pada Mei lalu atas kekhawatiran keamanan.

Lebih jauh surat kabar Kanada itu melaporkan, Huawei menghabiskan $ 510 juta untuk pengoperasian pusat R&D pada 2018, tetapi telah memangkas tenaga kerjanya dari 650 menjadi 250 sebagai konsekuensi dari larangan perdagangan.

Dalam wawancara itu, Ren juga mengatakan Huawei berencana untuk memproduksi beberapa peralatan 5G di luar pasar lokalnya di China, karena berupaya meyakinkan pemerintah luar negeri bahwa perangkatnya aman.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Huawei dapat mendirikan pabrik di Eropa, tambah Ren.

Komentar Ren berselang laporan Reuters pekan lalu yang menyatakan AS sedang mempertimbangkan pengetatan regulasi untuk memperluas pembatasan pengiriman produk yang mengandung teknologi AS ke Huawei.

Pemindahan pusat R&D ke Kanada merupakan upaya lain Huawei ditengah meningkatnya ketegangan akibat ditahannya CFO Meng Wanzhou oleh otoritas Kanada.

Meng ditangkap di bandara Vancouver pada Desember 2018, atas permintaan AS dan terancam diekstradisi pada tahun depan.

Presiden Donald Trump menuding anak pendiri Huawei itu, mengelabui bank-bank global mengenai hubungan Huawei dengan perusahaan yang beroperasi di Iran.

Meng sendiri sudah menggugat upaya ekstradisinya ke AS pada pengadilan setempat. Persidangan tersebut akan dimulai pada Januari 2020.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest