Monday, December 9, 2019
Home News Startup Riset: Kalahkan Gojek, Grab Pimpin Pasar Indonesia

Riset: Kalahkan Gojek, Grab Pimpin Pasar Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Seiring meluasnya penetrasi smartphone di tanah air, sejumlah layanan digital berkembang pesat sejak 2015 silam, salah satunya transportasi online (ride-hailing). Gojek, sebagai pionir ojek online di Indonesia terus memimpin pasar sejak kemunculannya empat tahun silam. Namun sekarang, sepertinya situasi telah berubah, setidaknya menurut laporan riset terbaru.

Menurut ABI Research, Grab memimpin pasar ride hailing di Indonesia dengan pangsa pasar 64 persen.

Menurut lembaga riset itu, kawasan Asia-Pasifik telah menjadi pasar terbesar ride-hailing di dunia, mencakup 70 persen dari semua perjalanan ride-hailing dunia.

Pemain ride-hailing di kawasan ini juga tidak berhenti pada transportasi namun berkembang menjadi marketplace yang menyediakan berbagai kebutuhan lewat yang disebut “super-apps”.

Riset yang dilaksanakan oleh ABI Research yang berpusat di London, Inggris, menemukan Grab mempertahankan pangsa pasar ride-hailing atau transportasi online sebesar 11,4%, di Asia-Pacific dengan dominasi di pasar Indonesia dan Vietnam. Riset ini merupakan riset keduanya setelah tahun 2018.

Di Indonesia, Grab memimpin pasar dengan 64% dan Vietnam 74%.

Menurut ABI, kepemimpinan pasar ini merupakan buah keberhasilan Grab menjadi super app yang dapat menangkap volume permintaan masyarakat yang begitu besar selain transportasi, yaitu dengan menyediakan layanan pengiriman barang dan makanan, serta layanan keuangan melalui layanan GrabExpress, GrabFood, GrabFresh, dan GrabFinancial.

Sedangkan menurut data ABI Research, Gojek, pesaing terdekat Grab, memiliki 35,3 persen dari pasar Indonesia sementara Go-Viet memiliki 10,3 persen dari pasar Vietnam.

Menurut James Hodgson, Smart Mobility Principal Analyst at ABI Research, “Pertumbuhan transportasi online mengalami perlambatan. Setelah mencapai 22 miliar perjalanan pada 2018, tahun ini diperkirakan akan ditutup dengan angka perjalanan sedikit di bawah 22 miliar.”

Karena itu, pengembangan layanan di luar transportasi adalah keniscayaan. Hodgson mencontohkan, di Amerika Serikat, ketika sektor transportasi Uber hanya tumbuh 9% pada Q1 2019, UberEats tumbuh impresif mencapai 89% pada periode yang sama.

Menurut Hodgson, operasi ride-hailing makin tertekan dengan langkah-langkah meningkatkan insentif pengemudi dan mensubsidi tarif untuk mencari pelanggan baru dan memperluas pangsa pasar.

Karena itu, pengembangan untuk menjadi “supermarket” layanan smart mobility yang dilakukan Grab merupakan contoh suatu upaya inovasi yang berhasil.

Latest