Friday, October 18, 2019
Home News Feature Naik Kelas, Mampukah Nova 5T Mengangkat Penjualan Huawei di Indonesia?

Naik Kelas, Mampukah Nova 5T Mengangkat Penjualan Huawei di Indonesia?

-

Jakarta, Selular.ID – September 2019 bisa disebut sebagai agenda paling sibuk bagi sejumlah vendor smartphone di Indonesia. Peluncuran produk baru terlihat sambung menyambung, di tengah situasi politik yang memanas karena gelombang demonstrasi mahasiswa, menolak pengesahan UU KPK dan sejumlah RUU lainnya.

Dimulai dengan Oppo yang memperkenalkan A9 2020 pada 17 September 2019. Berlanjut dengan Realme yang merilis Realme 5 Series pada 19 September 2019. Kemudian Vivo yang memilih 23 September sebagai tanggal perilisan Vivo V17 Pro.

Nah, dua hari setelah gawean Vivo, yakni 25 September 2019, giliran Huawei yang menggebrak pasar. Vendor smartphone terbesar kedua di dunia itu, memperkenalkan jagoan baru, Huawei Nova 5T.

Baik Oppo A9 2020, Realme 5 Series, Vivo V17 Pro, dan Huawei Nova 5T, sama-sama menyasar segmen menengah. Namun jika dibandingkan pada rentang harga, Huawei Nova 5T memiliki bandrol termahal, yakni Rp 6.899.000.

Sekedar diketahui, A9 2020 dijual seharga Rp 3.999.000. Kemudian pesaing terdekatnya, Vivo V17 Pro dilego seharga Rp 5.699.000.

Sementara Realme yang memperkenalkan dua varian, yakni Realme 5 dan Realme 5 Pro dijual mulai Rp 2.699.000 untuk varian terendah dan Rp 3.699.000 untuk kasta tertinggi.

Bagi Huawei, ini adalah kali pertama bandrol Nova menembus harga hampir Rp 7 juta di Tanah Air. Dengan harga tersebut, menjadikan Nova 5T sebagai smartphone termahal di kelas mid range saat ini.

Sebelumnya Huawei yang sejak awal memposisikan Nova sebagai smartphone di kelas menengah, membandrol varian ini dengan harga cukup terjangkau.

Misalnya Huawei Nova 2 Lite yang diperkenalkan dua tahun lalu, hanya dijual seharga Rp2.599.000. Menyusul kemudian Huawei Nova 3i yang dilepas dengan Rp3.999.000 saat peluncuran pada 25 Februari 2019.

Terkereknya harga Nova sebenarnya sudah terlihat saat Huawei memperkenalkan generasi selanjutnya, yakni Nova 4. Di China, Huawei membanderol Nova 4 dengan harga 3.399 yuan atau Rp 7,2 juta.

Pilihan paling murah dilepas seharga 3.099 yuan atau sekitar Rp 6,5 juta. Sayang smartphone yang melenggang di pasar pada Maret 2019 itu, tidak mendarat di Indonesia.

Dengan harga Nova 5T yang hampir Rp 7 juta, pengguna Nova sebelumnya bisa saja terkaget-kaget, karena kenaikannya hampir tiga kali lipat dibandingkan Nova 2 Lite.

Mereka yang punya budget terbatas, pastinya akan pikir-pikir dulu. Jika bukan loyalis Nova, dapat dipastikan akan pindah ke lain hati.

Namun jika kita menelisik spesifikasi yang diusung Nova 5T, wajar jika smartphone ini dibandrol dengan harga yang lumayan tinggi dibandingkan produk lain di kelas yang sama.

Layar Nova 5T menampilkan panel IPS LCD 6,26 inci dengan desain kamera punch-hole dan resolusi 1080×2340 piksel. Smartphone ini sudah ditenagai chipset premium Kirin 980, yang dipadu RAM 8GB dan menawarkan penyimpanan 128GB.

Pengaturan empat kamera di bagian belakang terdiri dari sensor utama 48MP dengan f/1.8, sensor kedalaman 2MP, lensa makro khusus 2MP dan kamera sudut ultra lebar 16MP.

Untuk video chat dan selfie, Huawei Nova 5T dibekali kamera depan 32MP. Kapasitas baterainya 3.700 mAh, dan dibekali pembaca sidik jari yang dipasang di samping.

Dengan berbagai fitur terdepan itu, Nova 5T bisa dibilang sebagai smartphone kelas menengah dengan rasa premium.

Namun dengan harga yang hampir menembus Rp 7 juta, Huawei memberikan sejumlah gimmick menarik bagi konsumen. Selama masa pre order sejak 26 September sampai 2 Oktober 2019, konsumen akan mendapat hadiah eksklusif senilai Rp2,6 juta.

Hadiah eksklusif itu berupa gelang kebugaran Huawei Band3, earphone nirkabel Huawei Freelace, dan charger mobil Huawei SuperCharge 40W yang mampu mengisi baterai 71% dalam 30 menit pengecasan.

Varian Terlaris

Keputusan Huawei mengatrol harga Nova sesungguhnya dapat dipahami. Selain spesifikasi yang mumpuni, tertinggi di segmen mid range, Nova juga diposisikan agar tidak kanibal dengan produk-produk besutan Honor, yang nota bene merupakan sub brand Huawei.

Honor sendiri, selama ini diposisikan sebagai fighting brand. Mengambil ceruk pasar di segmen menengah bawah yang terkenal paling brutal kompetisinya di Indonesia. Hal yang wajar mengingat 70% pasar terkonsentrasi di segmen mid to low.

Huawei sendiri, mengklaim varian Nova sebagai ponsel pintar terbaik yang ditandai oleh perusahaan dengan penjualan yang meningkat drastis secara global.

Di dalam keterangan resmi yang dikeluarkan perusahaan, Rabu (18/9/2019), tidak dijelaskan secara spesifik terkait dengan peningkatan penjualan produk tersebut. Tetapi Huawei Nova diklaim telah mengambil posisi di samping seri P dan Mate yang lebih mapan.

Jika mengacu pada data sebelumnya, yakni sepanjang 2018, penjualan smartphone Huawei 2018 telah melewati angka 200 juta unit. Jumlah tersebut menjadi catatan rekor baru bagi produsen ponsel pintar asal China itu, sekaligus menempatkan Huawei di posisi kedua setelah Samsung sebagai vendor kedua terbesar di dunia.

Nah, dari angka tersebut, penjualan P20 series mencapai 17 juta unit selama 2018. Sedangkan nova 3 telah menjadi smartphone khusus selfie populer 2018.

Sampai akhir 2018, seri nova sudah terjual lebih dari 65 juta unit, dan membuatnya jadi teratas di jajaran smartphone mid-range dari Huawei.

Namun pertumbuhan fenomenal Huawei sepanjang 2018 tampaknya tak akan terulang pada tahun ini. Perang dagang antara AS dan China sangat berpengaruh terhadap penjualan smartphone Huawei di seluruh dunia.

Di Eropa misalnya, menurut Pablo Wang, kepala Consumer Business Group Huawei Spanyol, penjualan perusahaan turun antara 25% dan 30%, setelah Google mengumumkan rencananya untuk memutuskan hubungan dengan Huawei.

Secara keseluruhan, Huawei mengakui bahwa penjualan ponsel pintar di luar China sudah turun 40 persen hanya dalam periode Juni 2019 saja.

Di Indonesia sendiri, Huawei tidak pernah mengungkapkan secara resmi penjualan mereka di Indonesia. Hal yang jamak juga dilakukan oleh vendor-vendor lainnya.

Namun jika mengacu pada penjualan generasi sebelumnya, yakni Nova 3i , Huawei 5T punya potensi untuk mengukir kesuksesan yang sama.

Sekedar diketahui, ketika Nova 3i diluncurkan pada Juli 2018, konsumen di Indonesia terlihat sangat antusias. Semenjak diluncurkan pada 31 Juli 2018 lalu disusul dengan pre-order, pemesanan smartphone Huawei Nova 3i, saat itu sudah lebih dari 5.000 unit.

Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Huawei Nova 5T berpotensi untuk menjadi salah satu produk terlaris di Indonesia, selain seri P dan Mate yang sudah menjadi ikon di segmen premium. Apalagi bicara kualitas, tak ada yang meragukan produk-produk Huawei.

Meski demikian, dengan kenaikan harga yang signifikan, bisa memmbuat angka penjualan Nova 5T tak akan sama dengan varian sebelumnya, kecuali Huawei melakukan promosi yang gila-gilaan.

Permasalahannya, selama ini aktifitas promosi yang dilakukan Huawei, masih kalah jauh dibandingkan dengan tiga kompetitor terdekatnya, Samsung, Vivo dan Oppo. Baik dari sisi skala maupun intensitas.

Itu sebabnya, market share Huawei tak pernah naik signifikan, padahal vendor berlogo mirip bunga mekar ini, sudah berbisnis di Indonesia cukup lama. Meski demikian, perusahaan yang berbasis di Shenzen itu, berulang kali menargetkan dapat mencapai posisi tiga besar di Indonesia. Walau tak ada penjelasan spesifik, kapan target tersebut dapat tercapai.

Latest