Tuesday, October 22, 2019
Home Games IDByte 2019 Menjadi Pintu Masuk Industri Esports di Indonesia

IDByte 2019 Menjadi Pintu Masuk Industri Esports di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – IDByte Esports 2019,  acara konferensi esports pertama di Indonesia, kompetisi PUBG Mobile, serta ajang pencarian bakat untuk  esports seperti caster, streamer dan cosplayer, resmi dibuka oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Jumat 13 September 2019, di ICE BSD.

Shinta Dhanuwardoyo, Chairwoman IDByte Esports 2019 mengatakan,
jika dilihat dari pertumbuhannya, sejak 2017 Indonesia telah menjadi pasar esports terbesar di Asia Tenggara dengan mencatatkan keuntungan sebesar 880 juta USD, dan merupakan negara ke-16 di dunia dengan pendapatan tertinggi yang dihasilkan dari industri ini.

Bahkan secara global, pendapatan industri esports dunia diprediksi akan tumbuh sebesar 1,4 – 2,4 miliar USD pada tahun 2020.

“IDByte Esports 2019 diselenggarakan dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat akan potensi dan manfaat positif yang bisa dihasilkan dari industri esports yang sedang berkembang dengan sangat cepat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini,”ujar Shinta.

Shinta menuturkan, acara ini juga merupakan wadah untuk memicu terjadinya kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem industri ini dalam rangka untuk mewujudkan industri esports di Indonesia menjadi lebih kuat dan bisa menghasilkan.

Dilansir dari laporan Newzoo, saat ini tercatat ada 43,7 juta gamers di Indonesia, di mana 55% di antaranya rela merogoh koceknya untuk kepentingan terkait game, dan diprediksi angka ini akan terus tumbuh jika dilihat dari pertumbuhan tahunan pegiat esports di Indonesia yang mencatatkan angka 38,2% per tahun.

Hal ini merupakan potensi bagus bagi perusahaan untuk terlibat dalam industri esports dengan menjadikan esports sebagai alat pemasaran baru dalam rangka meraih keuntungan dari besarnya pasar dalam industri ini.

“IDByte Esports 2019 diproyeksikan menjadi pintu masuk menuju babak baru industri ini, di mana seluruh pihak dalam ekosistem industri ini dapat lebih dalam menggali potensinya dan terlibat secara aktif dalam membangun industri ini bersama-sama,” tambah Shinta.

Dalam industri esports di Indonesia belum banyak perusahaan non-endemik yang sudah mulai berinvestasi di dalamnya. Tercatat pada tahun 2018 lalu, baru sekitar 15 brand asal Indonesia yang bukan berasal dari ekosistem industri esports, yang sudah memanfaatkan potensi besar industri ini dan terlibat secara aktif dalam pengembangannya.

Beberapa di antaranya adalah Telkomsel, Gojek, Tokopedia, Traveloka, BCA dan lainnya, sementara secara global ratusan brand internasional sudah secara aktif menggarap pasar esports dunia, seperti Coca-Cola, AirAsia, Mercedes-Benz, hingga Head & Shoulders.

Baca Juga :Indosat Ooredoo IDByte 2017 Usung Tema Connected Guna Kenalkan Generasi C

Fakta tersebut menunjukkan bahwasanya saat ini sudah banyak perusahaan besar yang melihat industri esports sebagai alat pemasaran baru yang menghasilkan, terukur dan memiliki potensi pasar yang besar.

Selain konferensi, IDByte Esports 2019 juga menyelenggarakan B.E.S.T (Bubu Esports Tournament) pada 13 – 14 September 2019, yaitu kompetisi yang mendorong kesetaraan gender melalui turnamen PUBG Mobile yang bekerja sama dengan Tencent. B.E.S.T menjadi satu – satunya turnamen esports di Asia Tenggara dengan total hadiah terbesar untuk kategori tim wanita, yakni mencapai 290 juta rupiah, setara dengan total hadiah yang diberikan kepada pemenang dari kategori tim pria.

Latest