Monday, September 23, 2019
Home News Telco Butuh Dana Segar, Indosat Ooredoo Lelang Menara

Butuh Dana Segar, Indosat Ooredoo Lelang Menara

-

Jakarta, Selular.ID – Indosat Ooredoo tengah menggelar lelang 3.100 menara miliknya untuk mendapatkan dana segar.

Proses lelang saat ini dalam tahap due dilligence dan lima perusahaan menara kabarnya berminat ikut dalam tender.

Beberapa perusahaan menara yang tersiar ikut dalam lelang diantaranya PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usaha Protelindo, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Centratama Telekomunikasi (CENT), dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Reza Priyambada, Analis Senior CSA Research Institute mengatakan nilai sebuah aset akan wajar jika tak jauh berbeda dengan harga di pasar, dan industri bisa menerimanya.

“Kalau pasar bisa menyerap, itu artinya harganya wajar segitu. Harga wajar kan dilihat nanti besaran pada pemanfaatannya,” katanya.

Sementara Heru Sutadi, Direktur Indonesia ICT Institute dalam kajiannya memprediksi harga per menara milik Indosat akan dibuka sekitar USD140 ribu dalam lelang kali ini.

“Angka ini berkaca pada transaksi Indosat-TBIG pada 2013, serta transaksi yang dilakukan XL Axiata dengan SUPR pada 2014, dan XL-Protelindo pada 2016,” paparnya.

Pada 2013, Indosat melepas 2.500 menaranya ke Tower Bersama senilai USD406 juta (sebelum dikenakan beberapa penyesuaian harga). Dari total nilai akuisisi tersebut, sebesar 17,98% atau USD73 juta dibayar dalam bentuk saham dari perusahaan menara itu.

Pada 2014, XL Axiata melepas 3.500 menara ke Solusi Tunas Pratama dengan nilai Rp5,6 triliun dimana pembayaran transaksi seluruhnya dalam bentuk tunai. XL menyewa kembali menara yang telah dijual kepada Solusi Tunas Pratama untuk jangka waktu 10 tahun.

Pada 2016, XL Axiata PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) sebagai pemenang tender 2.500 menara miliknya dengan nilai transaksi sekitar Rp3,568 triliun.

“Kalau dilihat dari transaksi yang dihasilkan serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, taksirannya satu menara Indosat itu sekitar US$140 ribu. Faktor lain yang menentukan valuasi menara itu kan tenancy ratio, usia menara, lokasi, harga sewa kembali, dan lainnya,” ulasnya.

Diyakininya, lelang menara milik Indosat akan ketat karena bisnis infrastruktur telekomunikasi itu menjanjikan margin yang menjanjikan.

“Dimana ada bisnis yang penyewanya sudah pasti seperti menara. Makanya pendanaan tak akan jadi isu bagi buyer, bank asing akan banyak yang support,” tukasnya.

Latest