Monday, December 9, 2019
Home News Startup Ini Kata Gojek Soal Ibukota Baru

Ini Kata Gojek Soal Ibukota Baru

-

Jakarta, Selular.ID- Gojek turut memberikan tanggapan terkait pemindahan Ibukota ke Kalimantan. Perusahaan Unicorn itu menyatakan dukungannya terhadap upaya pemindahan Ibukota yang kini tidak lagi berada di Jakarta.

Ditemui dalam perilisan Gofitness (28/8), VP Corporate Communication Gojek Group, Kristy Nelwan mengatakan perusahaannya saat ini akan terus terfokuskan memberikan impact positif bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari Karya Anak Bangsa, Gojek, mengakui perkembangan pesat perusahaannya didapat berkat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia.

Walaupun, pihaknya saat ini masih belum mengkonfirmasi langkah pasti seperti apa yang akan dilakukan Gojek dalam mendukung Ibukota baru.

Baca juga: Ini Respon Gojek Terhadap Penolakan dari Bos Taksi Malaysia

“Masih terlalu dini ya untuk bicara fokusnya seperti apa, kita fokuskan hari ini aja. Fokus hari ini adalah apa yang bisa kita lakukan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan sebagai memberikan impact postlitif bagi masyarakat.” ujar Kristy

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memang telah mengumumkan akan memindahkan Ibukota ke bagian timur dari pulau Kalimantan.

“Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Jokowi dalam konferensi persnya selasa (27/8).

Terkait alasan pemindahan itu beliau berkata bahwa risiko bencana minim, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor.

Lokasi di Kalimantan Timur itu juga dikatakan Jokowi letaknya strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Baca juga: Telkomsel Bangun Ekosistem Digital di Ibukota Baru

Lebih lanjut beliau berkata lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.

“Keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap,” ujar Jokowi.

Terakhir, hanya di lokasi tersebutlah terdapat lahan pemerintah, yakni seluas 180.000 hektar.

Pemerintah Indonesia juga telah melakukan kajian mendalam dan intensifkan studinya selama tiga tahun terakhir dalam memindahkan Ibukota.

Pada 2020 mendatang, rencananya pemerintah mulai mematangkan regulasi, masterplan, dan desain tata ruangnya. Hal itu memungkinkan akhir tahunnya sudah bisa memulai pembangunan Ibukota baru.

Latest