Sunday, August 25, 2019
Home News Jejak Zain Dalam Melayani Komunikasi Jamaah Haji Indonesia

Jejak Zain Dalam Melayani Komunikasi Jamaah Haji Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Baru-baru ini ada fenomena menarik di musim haji kali ini. Zain, operator telekomunikasi Arab Saudi, agresif menjemput bola dengan menjual kartu perdana di Indonesia.

Nama Zain Group bukanlah wajah baru dalam industri telekomunikasi. Perusahaan Telekomunikasi Seluler KSCP, berbisnis sebagai Zain, adalah perusahaan telekomunikasi seluler yang didirikan pada 1983 di Kuwait sebagai MTC, dan kemudian berganti nama menjadi Zain pada 2007.

Dalam memenuhi kebutuhan komunikasi jamaah haji, Zain sudah menjalin kerjasama dengan salah satu operator di Indonesia.

XL Axiata menjalin kerjasama dengan sejumlah operator telekomunikasi dan data di Arab Saudi, salah satunya Zain, yang menyediakan paket khusus untuk jemaah haji. Dalam salah satu kesempatan, David Arcelus Oses, Chief Marketing Officer, XL Axiata mengatakan, dengan paket khusus peruntukkan bagi para jamaah haji Indonesia ini pelanggan tidak perlu mengganti kartu XL Axiata dengan kartu lokal Arab Saudi.

XL Axiata menghadirkan paket Haji, Ada sembilan varian paket haji XL Axiata. Dari yang Termurah hingga yang termahal.

Untuk paket murah XL Axiata dengan Zain dipaket dengan harga, Rp 149 ribu untuk 10 hari di Arab Saudi dengan benefit 50 menit menelepon dan menerima telepon dari Arab Saudi dan 50 SMS.

Paket unlimited internet, dengan Rp150 ribu, jamaah dan petugas haji Indonesia bisa mendapatkan kuota data 5 gigabyte, 50 menit telpon.

Sementara paling mahal adalah Paket Combo, dengan harga Rp 549 ribu. Pengguna boisa menikmati layanan selama untuk 40 hari di Arab Saudi dengan benefit 100 menit nelpon dan menerima telepon dari Arab Saudi, 100 SMS.

Gandeng Huawei

Untuk memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggannya, Zain Group menggandeng penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan perangkat pintar global di Perusahaan Telekomunikasi Seluler, Huawei.

Dengan menggandeng Huawei, sebagi operator Zain Group berkomitmen untuk menyediakan layanan komunikasi nirkabel berkualitas tinggi bagi pelanggannya. Zain Group mempertimbangkan Zain Kuwait untuk menjadi sub-jaringan utama perusahaan. Pada awaltahun 2013 mulai mengirimkan jaringan LTE1800, salah satu yang terbesar di Timur Tengah ke seluruh negeri.

Tidak hanya itu, dengan Huawei, Zain Group mengumumkan bahwa antena ultra-broadband dan multiband dari Huawei telah dipilih untuk mengirimkan seribu jaringan konvergen GSM/UMTS/LTE (GUL) dari Zain Kuwait.

Kerjasama antara keduanya terjalin rencananya untuk mengembangkan jaringan konvergen komersial GUL akan memberikan pengalaman menggunakan layanan mobile broadband yang lebih baik. Antena ultra broadband dan multi-band, yang disediakan Huawei untuk Zain Kuwait.

Zain Jual SIM Card Haji DI Indonesia

Nama Zain Group beberapa hari ini menjadi perhatian, pasalnya Zain menjual kartu perdana, modus yang dipakai dalam mengedarkan kartu telekomunikasi asal Arab itu cukup kreatif. Mereka membagikan kartu perdana kepada seluruh jemaah dan petugas haji yang hendak berangkat.

Selain membagikan kartu, para penjual dari Zain juga menawarkan paket data yang sangat murah kepada petugas dan jemaah haji Indonesia. Hanya dengan Rp150 ribu, jemaah dan petugas haji Indonesia bisa mendapatkan kuota data 5 giga, 50 menit telepon, unlimited terima telepon tanpa batas.

Menyikapi hal ini dalam keterangan resminya, Ian Yoseph, pengamat Telekomunikasi, mengaku prihatin adanya praktik penjualan SIM Card yang sistematis dan terstruktur setelah diberlakukannya post border.

Menurutnya, post border membuat banyak barang impor baik legal maupun ilegal yang masuk dan diperdagangkan bebas di Indonesia. Dia mengakui praktik penjualan yang dilakukan Zain memang tidak melanggar Undang-Undang (UU) telekomunikasi yang ada saat ini. Namun dari sisi perdagangan, dia menilai bahwa praktik yang dilakukan oleh Zain melanggar UU dan berpotensi merugikan negara.

Penjualan yang dilakukan oleh Zain dengan paket murah dan dilakukan di Indonesia, bisa dipastikan berpotensi hilangnya pendapatan operator nasional dari musim haji dan umroh tahun ini.

Latest