Tuesday, August 20, 2019
Home News Feature Mampukah ZTE Bersaing di Pasar Smartphone 5G Premium?

Mampukah ZTE Bersaing di Pasar Smartphone 5G Premium?

-

Jakarta, Selular.ID – Untuk merebut pasar lebih awal, vendor handset China ZTE akan merilis handset 5G pertamanya, Axon 10 Pro 5G. Smartphone 5G premium ini ditargetkan akan segera meluncur di Eropa pada tahun ini.

Untuk memuluskan rencana tersebut, ZTE bekerja sama dengan sejumlah operator Eropa, termasuk tiga operator lokal, yakni China Telecom, China Mobile dan China Unicorn.

Dilansir dari laman GizmoChina, Axon 10 Pro 5G adalah smartphone andalan bagi ZTE untuk bisa bersaing di papan atas. Debut Axon 10 Pro 5G di Eropa menyusul keputusan ZTE meluncurkan handset ini pada Juli mendatang di pasar dalam negeri.

Finlandia menjadi negara yang beruntung lebih dulu mendapatkan ZTE Axon 10 Pro 5G. Selanjutnya diikuti oleh negara-negara lain di Eropa yang diprediksi bersamaan dengan penjualan di China.

Sebelumnya, ZTE Axon 10 Pro 5G pertama kali diperkenalkan pada MWC 2019 lalu. Smartphone ini memiliki kamera utama 48MP f / 1.7, lensa sudut ultra lebar 20MP f / 2.2 dan lensa telefoto 8MP f / 2.4 dalam pengaturan tiga kamera belakang.

Ada juga kamera depan 20MP untuk selfie. Handset ini ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 855 dengan modem X50 5G dan dilengkapi dengan sensor sidik jari dalam layar.

Axon 10 Pro akan berharga 3.199 yen (US$ 472) untuk model 6GB / 128GB, 3.699 yen (US$ 547) untuk model 8GB, dan 4.199 yen (US$ 620) untuk model 12GB. Handset ini sudah tersedia di MyZTE.com, Tmall, dan JD.com sejak Selasa, 7 Mei.

Dengan Axon 10 Pro, ZTE jelas berharap untuk mendapatkan penjualan yang lebih baik, dengan menjadi bagian dari gelombang pertama 5G.

Meski demikian, persaingan meningkat hampir setiap minggu. Kini konsumen bisa memilih antara Samsung Galaxy S10 5G, Huawei Mate 20X 5G, atau Xiaomi Mi Mix 3 5G.

Dengan banyaknya pemain, sudah pasti pasar tidak kekurangan ponsel 5G premium. Hal ini menjadi tantangan bagi ZTE, karena Axon terbilang belum menjadi brand yang belum cukup kuat untuk bersaing di segmen menengah atas, yang selama ini dikuasai Apple, Samsung dan Huawei.

Latest