Wednesday, August 21, 2019
Home News Telco Malaysia Mewaspadai Dampak Merger Axiata Telenor

Malaysia Mewaspadai Dampak Merger Axiata Telenor

-

Jakarta, Selular.ID – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mencari kepastian bahwa mega-merger antara Axiata dan Telenor tidak akan menyebabkan hilangnya pekerjaan di negara itu.

Kesepakatan itu, yang saat ini sedang dibahas antara para pihak, akan melihat aset telekomunikasi dan infrastruktur Telenor dan Axiata di seluruh Asia digabungkan menjadi bisnis di mana grup operator yang berbasis di Norwegia akan memegang saham mayoritas.

Telenor diperkirakan akan memiliki 56,5% saham dan Axiata 43,5% dalam usulan “merger setara.”

Setiap transaksi akan membutuhkan lampu hijau oleh regulator di Malaysia dan otoritas terkait lainnya.

Seperti dilansir dari Bloomberg, setelah pernyataan awal oleh perusahaan, PM Malaysia dilaporkan akan meminta rincian lebih lanjut tentang proposal tersebut, yang berpusat pada dampak pada pekerjaan.

Bisnis baru akan berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia. Kota ini adalah lokasi kantor pusat Axiata Group saat ini. Sementara Telenor memiliki kantor utama Asia di Singapura (memiliki kehadiran di Malaysia anak perusahaan Digi).

CEO Telenor Sigve Brekke mengharapkan merger dapat menciptakan sinergi yang signifikan di antara kedua grup perusahaan.

Dalam pernyataan sebelumnya kepada Bloomberg, Axiata mengklaim tidak akan ada pemutusan hubungan kerja sebagai akibat langsung dari kesepakatan tersebut. Namun, akan ada “skema pemisahan” sukarela yang disediakan bagi karyawan.

CEO Axiata Jamaludin Ibrahim mencatat dalam pernyataan hasil Q1-nya, yang dirilis awal pekan ini, bahwa perusahaan memiliki tim khusus yang memeriksa logistik kesepakatan untuk tiga bulan ke depan. Keputusan diharapkan akan dibuat selama Q3-2019.

Perusahaan gabungan ini akan menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia dengan 60.000 menara dan hampir 300 juta pelanggan.

Saat ini kedua perusahaan beroperasi di Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh dan Pakistan. Axiata juga memiliki anak perusahaan di India, Sri Lanka, Nepal, Kamboja, dan Indonesia. Namun dalam pembicaraan merger, operasi di Bangladesh akan dikecualikan.

Penjualan tahunan untuk perusahaan hasil merger diperkirakan mencapai USD12 miliar, dengan pendapatan lebih dari USD4,8 miliar.

Kiprah Axiata di Indonesia terbilang familiar. Grup perusahaan yang berbasis di Kuala Lumpur itu, merupakan pemegang saham mayoritas XL, operator terbesar kedua di Indonesia.

Sedangkan Telenor merupakan rakasa telekomunikasi asal Skandinavia. Dikenal sebagai operator pertama di dunia yang mengoperasikan 4G.

Perusahaan ini berbasis di Fornebu, Norwegia, dan memiliki jangkauan operasi di 29 negara. Tersebar di Skandinavia, Eropa Timur dan Asia.

Latest