Friday, September 20, 2019
Home News Mahathir Tegaskan Malaysia Akan Gunakan Produk Huawei Sebanyak Mungkin

Mahathir Tegaskan Malaysia Akan Gunakan Produk Huawei Sebanyak Mungkin

-

Jakarta, Selular.ID – Malaysia akan terus menggunakan produk-produk Huawei “sebanyak mungkin,” melawan tren global yang dipicu oleh kekhawatiran keamanan dan larangan AS terhadap perusahaan China.

Demikian ditegaskan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, dalam sebuah konferensi di Tokyo, Kamis (30/5/2019). Mahathir mengakui masalah keamanan yang saat ini berkembang, tetapi mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menghalangi langkah ekspansi Huawei ke Malaysia.

“Ya, mungkin ada beberapa mata-mata. Tapi apa yang ada untuk memata-matai (tepatnya) di Malaysia? Kami adalah buku terbuka,” kata pria 93 tahun itu di forum Future of Asia.

Mahathir mengatakan Huawei memiliki akses ke penelitian jauh lebih besar daripada seluruh penelitian Malaysia yang setara.

“Jadi kami berusaha memanfaatkan teknologi mereka sebanyak mungkin. Semua orang tahu, jika ada negara yang ingin menyerbu Malaysia, mereka bisa melewatinya, dan kami tidak akan melawan karena itu buang-buang waktu,” tambahnya.

Komentar Mahathir muncul setelah gelombang kontroversi mengenai perusahaan telekomunikasi China, yang telah dilanda tuduhan spionase dan menghadapi larangan AS.

Sejumlah negara telah memblokir Huawei dari bekerja di jaringan selular mereka. Beberapa perusahaan papan atas juga telah mundur dari bermintra dengan Huawei setelah larangan AS, mengutip persyaratan hukum.

Perseteruan itu terjadi ketika Amerika Serikat dan China menaikkan tarif dalam langkah-langkah sementara dengan retorika yang meluap menuduh satu sama lain, dalam praktik perdagangan yang tidak adil.

Mahathir memperingatkan tentang perang dagang yang memanas antara Beijing dan Washington, dapat berdampak pada kondisi di Laut Cina Selatan yang diperebutkan.

Mahathir mengatakan Amerika Serikat dan “Barat” harus menerima bahwa negara-negara Asia sekarang menghasilkan produk kompetitif, dan tidak boleh “mengancam” saingan bisnis.

“Ya, saya mengerti Huawei memiliki kemajuan luar biasa atas teknologi Amerika,” katanya.

Kini AS harus bersaing dengan China. Kadang-kadang Cina akan menang, lain kali AS akan menang, tambahnya.

Dia memperingatkan bahwa hubungan yang tegang antara AS dan China mungkin berdampak pada situasi di Laut Cina Selatan, di mana Tiongkok mengklaim kedaulatan meskipun ada klaim saingan dari negara-negara regional lainnya.

Mahatir berharap kawasan yang dipersengketakan itu akan tetap tenang. Ia memperingatkan bahwa insiden kecil dapat dengan mudah meningkat menjadi kekerasan.

Di sisi lain, Mahatir memang tak bisa mengesampingkan kontribusi Huawei dalam pengembangan ekonomi digital Malaysia.

Sejak beberapa tahun terakhir, Huawei terlibat dalam pengembangan  riset, inovasi, dan talent development bagi kelompok bisnis UKM agar semakin tumbuh besar di masa depan, sesuai dengan target pemerintah Malaysia dalam mengembangkan digital ekonomi.

Pada Oktober 2017, Huawei mengumumkan pembangunan OpenLab baru di Malaysia. Fasilitas ini didesain sebagai platform terbuka, fleksibel, dan aman untuk inovasi bersama dengan mitra lokal.

Huawei telah membangun OpenLabs serupa di Munich, Meksiko, Dubai, Singapura, dan China. Bersama-sama, lab ini mendukung kerjasama yang luas antara Huawei dan lebih dari 400 mitra solusi di seluruh dunia.

Latest