Tuesday, October 15, 2019
Home News Huawei: Pentingnya Jaringan 5G di Semua Industri

Huawei: Pentingnya Jaringan 5G di Semua Industri

Laporan dari MWC Shanghai, Cina

-

Shanghai, Selular.ID – Dalam acara MWC Shanghai 2019, Huawei menggelar konferensi 5G is ON Summit dengan tema “5G Driven Digital Upgrades”. Konferensi ini membahas penggunaan jaringan 5G untuk beragam industri. Jaringan 5G mampu mempercepat transformasi digital dan memungkinkan pertumbuhan bisnis baru untuk semua segmen industri.

Jaringan 5G menghadirkan kecepatan data sangat tinggi namun hemat biaya sehingga cocok digunakan di berbagai industri. 5G mampu mengubah teknologi VR, AR, dan layanan video ultra-HD lainnya ke Mobile Video 3.0.

Dalam industri TV membutuhkan biaya kendaraan penyiaran sekitar CNY80 juta atau setara Rp 164 miliar. Selain itu, dibutuhkan biaya untuk 150 pekerja serta biaya transmisi satelit yang mahal. Dengan adanya 5G, biaya yang dikeluarkan industri TV lebih hemat.

Kegiatan siaran langsung dapat dilakukan menggunakan teknologi 5G CPE berbasis cloud dengan biaya kurang dari CNY 10.000 atau setara Rp 21 juta. Jumlah pekerja yang dibutuhkan pun sedikit, lima pekerja sudah cukup.

Video siaran langsung secara real time dikirim kembali ke stasiun TV melalui jaringan 5G. Sehingga siaran langsung dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Contoh penggunaan 5G lainnya bisa diterapkan di Kepolisian. Drone 5G yang digunakan kepolisian dapat mengirim hasil video dengan cepat.

Melalui teknologi 5G, drone dapat merekam semua peristiwa yang terjadi secara real time dan melaporkan ke kantor Polisi. Video yang dihasilkan teknologi 5G ini lebih tajam karena beresolusi 4K HD.

Dua bulan setelah 5G diluncurkan secara komersial di Korea Selatan, jumlah pengguna 5G di negara tersebut telah bertambah menjadi satu juta. Rata-rata masyarakat menggunakan jaringan 5G setiap harinya mencapai 1,3 GB. Average Revenue Per User (ARPU) 5G 75% lebih tinggi daripada 4G.

Harga kouta per GB untuk jaringan 5G sekitar 90% lebih mahal dibandingkan 4G. Ini menunjukan pengguna dan operator mendapatkan keuntungan.

“Huawei sejauh ini telah memperoleh 50 kontrak komersial 5G dan mengirimkan lebih dari 150.000 BTS. Sejak semester pertama tahun ini, sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, Inggris, Swiss, Italia, dan Kuwait, telah meluncurkan jaringan 5G secara komersial yang dibangun oleh Huawei. Industri sudah mulai sadar akan penggunaan teknologi 5G. Sejauh ini, solusi modular dan full-series Huawei digunakan para provider untuk membangun jaringan,” ujar Ryan Ding, Executive Director of the Board and President of the Carrier BG Huawei.

Huawei menawarkan berbagai solusi modular dan full-series, termasuk Massive MIMO, Blade Site, dan BookRRU untuk membantu operator global dalam membangun jaringan 5G. Konsumsi daya yang dihasilkan sangat rendah sehingga mampu efisiensi energi. Solusi Huawei juga mendukung arsitektur ganda NSA / SA dan dapat mengakomodasi akses radio dari semua jenis terminal.

Pada acara tersebut, Ding mempresentasikan video yang menunjukkan bagaimana 5G menghubungkan berbagai industri, seperti smart transport, smart policing, smart healthcare, smart entertainment dan smart ports. Huawei juga memprediksikan keberadaan jaringan 5G mampu menggantikan teknologi wireless communication pada tahun 2019. Huawei terus bekerja sama dengan operator dan mitra untuk memperluas 5G ke berbagai industri menciptakan peluang bisnis baru.

Latest