Sunday, October 20, 2019
Home News Startup Dorong Akselerasi Startup, Grab Ventures Velocity Dapuk 10 Finalis

Dorong Akselerasi Startup, Grab Ventures Velocity Dapuk 10 Finalis

-

Jakarta, Selular.ID – Setelah mengevaluasi lebih dari 150 startup di Asia Tenggara, Grab mengumumkan startup yang terpilih mengikuti Grab Ventures Velocity (GVV) Angkatan 2. GVV merupakan program andalan untuk peningkatan lebih lanjut dari Grab bagi post-seed startup.

Grab telah memilih 10 startup yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Tujuh startup berasal dari Indonesia (Eragano, PergiUmroh, Porter, Sayurbox, Tanihub, Tamasia, dan Qoala), dua startup berasal dari Singapura (Treedots dan GLife), dan satu startup berasal dari Malaysia (MyCash Online).

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengatakan, Indonesia dan Asia Tenggara telah menjadi salah satu “surga” bagi tumbuhnya startup digital. Tingkat pertumbuhannya sangat pesat, bahkan lebih tinggi dari negara-negara maju di dunia.

“Kondisi ini menggembirakan, sekaligus makin melecut pemerintah, sebagai fasilitator dan akselerator digitalisasi, untuk terus mengembangkan ekosistem yang mendukungnya. Melalui program GVV ini saya berharap agar startup Indonesia juga mampu berkompetisi secara global dan mengharumkan nama bangsa,” ujar Rudiantara.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, “Pada angkatan pertama, kami mendukung beberapa startup di Indonesia seperti BookMyShow dan Sejasa, memberikan bimbingan untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih baik dan menyelesaikan masalah sosial. Melalui Grab Ventures Velocity, Grab ingin mendorong akselerasi jutaan startup dan pengusaha mikro untuk membangun Asia Tenggara yang lebih kuat.”

GVV Angkatan 2 memiliki dua jalur:

Pemberdayaan Petani (Jalur 1)

Grab memilih lima startup yang mengubah rantai pasokan makanan tradisional untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini merupakan hal yang penting, tidak hanya di negara-negara pertanian seperti Indonesia, tetapi juga Singapura untuk turut menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi dengan biaya produksi rendah bagi bisnis restoran dan konsumen. Untuk jalur ini, Grab bermitra dengan startup yang mengoptimalkan rantai pasokan makanan untuk membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka. Startup GVV juga menggunakan teknologi dan analitik data yang membantu petani untuk memiliki data yang lebih baik dan dapat memprediksi hasil panen yang segar untuk di produksi, yang merupakan perhatian utama bagi semua petani.

Pemberdayaan Usaha Kecil (Jalur 2)

Grab memilih lima startup yang telah mempelopori solusi inovatif untuk pengusaha mikro dengan meningkatkan pendapatan mereka. Usaha kecil seperti warung menyatakan bahwa prioritas utama mereka adalah peningkatan penjualan dan biaya produksi lebih rendah. Faktanya, ada lebih dari 10 juta usaha kecil di Indonesia yang telah memperluas bisnis mereka dengan penggunaan teknologi online. Oleh karena itu, untuk jalur ini, GVV telah memilih startup yang akan membantu meningkatkan pendapatan dan mata pencaharian untuk 10 juta usaha kecil dan yang terpenting adalah digitalisasi 46 juta perusahaan mikro lainnya di seluruh Indonesia.

Startup GVV Angkatan 2 akan menguji proyek awal mereka dalam ekosistem Grab. Dibandingkan dengan proyek awal Angkatan 1 yang hanya diintegrasikan pada aplikasi Grab, proyek awal Angkatan 2 akan dilakukan pada beberapa channel. Menyesuaikan dengan layanan yang mereka tawarkan, startup Angkatan 2 ini akan menguji proyek awal mereka melalui aplikasi Grab, basis merchant GrabFood, atau jaringan agen Kudo.

Melalui jaringan agen Kudo yang tersebar di lebih dari 500 kota di Indonesia, Kudo akan memberikan kesempatan bagi startup terpilih untuk menerapkan ide dan inovasi bisnisnya untuk bekerja sama dalam memberdayakan warung agar dapat terlibat dalam kemajuan teknologi. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen #MajuinWarung milik Kudo untuk mendukung warung menjadi serba bisa dalam menawarkan berbagai produk dan layanan.

Program GVV akan berlangsung selama 16 minggu setelah kesepuluh startup melakukan pitching kepada Grab. Startup yang berhasil akan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama Grab dalam bentuk pendanaan atau kemitraan komersial.

Latest