Wednesday, November 13, 2019
Home Apps Line Terus Telan Kerugian, Analis Ragukan Kinerja Bakal Membaik

Line Terus Telan Kerugian, Analis Ragukan Kinerja Bakal Membaik

-

Jakarta, Selular.ID – Perusahaan perpesanan yang berbasis di Jepang Line, melaporkan kerugian besar di kuartal pertama tahun ini, meskipun ada pertumbuhan pendapatan di semua lini bisnis.

Tercatat, kerugian bersih meningkat dari JPY1,7 miliar ($ 15,2 juta) pada Q1 2018 menjadi JPY10,7 miliar pada periode terakhir. Di sisi lain, pendapatan Line sebesar JPY55,3 miliar, naik 13,5% tahun-ke-tahun.

Omset pada bisnis periklanan inti naik 18,7% menjadi JPY29,9 miliar, dan pendapatan perpesanan dan konten meningkat 3,4% menjadi JPY18,1 miliar.

Pendapatan di bisnis strategis, yang mencakup pembayaran digital dan e-commerce, tumbuh sebesar 21,3% menjadi JPY7,4 miliar.

Biaya operasional melonjak 29,4 persen tahun-ke-tahun menjadi JPY63,4 miliar, dengan biaya pemasaran naik 91 persen menjadi JPY7,5 miliar.

Pengguna aktif bulanan (MAU) turun dari 165 juta pada akhir Q1 2018 menjadi 164 juta. Angka tersebut naik di Jepang dan Thailand, namun datar di Taiwan dan turun di Indonesia.

Dalam catatan penelitian, analis ekuitas Jefferies Atul Goyal menyebut bahwa pertumbuhan pendapatan Line sebagai “pejalan kaki”.

Hal itu membuatnya sulit untuk menempatkan Line sebagai perusahaan dengan pertumbuhan dan valuasi yang tinggi.

Goyal memperkirakan kerugian perusahaan akan meningkat, menyoroti komentar manajemen bahwa margin laba operasi sebesar 17% mungkin tidak berkelanjutan dalam bisnis intinya, karena pertumbuhan pendapatan bisa lebih rendah dan biaya tercatat lebih tinggi.

Bisnis strategis menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam pembayaran digital, yang dapat mengakibatkan kerugian besar dan berkelanjutan untuk divisi ini.

Goyal juga ragu pada prospek Line Pay di masa depan, yang menghadapi kerugian kompetitif yang parah dalam industri yang terfragmentasi, bersama dengan persaingan dari beberapa perusahaan terbesar dan paling banyak di Jepang, terutama PayPay, JV antara SoftBank dan Yahoo Jepang.

Di Indonesia, meski kehilangan cukup banyak pengguna, popularitas Line sejauh ini masih terbilang baik, khususnya di kalangan milenial.

Alasan terdapat sticker yang jenaka, bervariasi dan komunikatif, menjadi nilai lebih yang dimiliki Line dibandingkan platform messaging lain, seperti WhatsApp yang cenderung lebih banyak digunakankan kalangan dewasa dan perkantoran.

Latest