Beranda News Telco Konsolidasi Harus Dilakukan Sesuai Aturan

Konsolidasi Harus Dilakukan Sesuai Aturan

-

Jakarta, Selular.ID – Awal tahun 2019 konsolidasi operator selular kembali menjadi bahan perbincangan pelaku industri mengingat konsolidasi ini diperlukan untuk kembali menyehatkan industri telekomunikasi yang tengah mengalami pelemahan.

Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menyampaikan mendukung konsolidasi yang dilakukan untuk penyehatan industri telekomunikasi Indonesia.

“Memang idealnya dalam satu negara hanya ada maksimal tiga operator agar industrinya sehat. Oleh karenanya perlu dilakukan konsolidasi,” kata Ririek.

Ririek Adriansyah, Durwktur Utama Telkomsel

Namun demikian, langkah konsolidasi ini dikatakan Ririek harus mengacu pada aturan dan ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia.

“Sesuai aturan yang ada, konsolidasi itu menyatukan lebih dari satu perusahaan. Bukan menggabungkan jaringan,” tegas Ririek.

Seperti diketahui, aturan konsolidasi (merger dan akuisisi) ini diatur dalam UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 89.

Lebih lanjut disampaikan Ririek, yang harus diperhatikan adalah ketika konsolidasi berapa banyak spektrum yang harus dikembalikan ke negara jika dua operator menjadi satu.

“Jangan sampai terjadi penumpukan spektrum pada satu operator tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal karena spektrum merupakan resources terbatas,” jelasnya.

Agar konsolidasi ini cepat terwujud menurut Ririek Pemerintah perlu memberikan kepastian terkait kepemilikan spektrum ini jika terjadi konsolidasi dan merumuskan bagaimana formulasi pengembalian spektrum yang akan memudahkan konsolidasi ke depannya.

Dalam PP 52 Tahun 2000 pasal 25 (1) disebutkan: “Pemegang alokasi frekuensi tidak dapat mengalihkan alokasi frekuensi radio yang telah diperolehnya kepada pihak lain”.

Selain itu, Undang Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi mengamanatkan bahwa, frekuensi adalah milik negara.

Artikel Terbaru