Wednesday, October 16, 2019
Home News Telco YLKI: Operator Wajib Berikan Layanan di MRT

YLKI: Operator Wajib Berikan Layanan di MRT

-

Jakarta, Selular.ID – Hingga saat ini operator selular masih menahan diri untuk memasang jaringannya di sepanjang jalur MRT yang membuat konsumen memiliki kendala telekomunikasi ketika mereka memasuki jalur bawah tanah moda raya transportasi masal tersebut.

Hingga Rabu (27/3) baru ada sinyal Telkomsel dan Smartfren yang bisa dinikmati sepanjang 13 stasiun oleh para penumpang moda transportasi itu.

Kondisi ini dinilai Sularsi, Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) belum ada indikasi pelanggaran hukum yang berpotensi merugikan konsumen. Sebab layanan telekomunikasi di jalur bawah tanah MRT juga sudah ditawarkan oleh seluruh operator anggota ATSI.

“Menurut YLKI jika pihak MRT melalui PT Tower Bersama sudah menawarkan kepada seluruh operator namun ada operator yang merasa keberatan dengan harga yang ditawarkan, itu merupakan keputusan bisnis masing-masing operator. Jika memang dihalang-halangi, itu baru merugikan konsumen. Namun hingga saat ini belum ada indikasi kartel atau monopoli layanan jaringan telekomunikasi di jalur MRT,” terang Sularsi kepada media.

Yang dilakukan oleh Smartfren dan Telkomsel menurut Sularsi adalah semata-mata hanya untuk memberikan layanan telekomunikasi terbaik bagi konsumennya.

Sularsi yakin PT MRT Indonesia dan Tower Bersama tidak akan gegabah dalam melakukan bisnisnya. Termasuk dalam hal layanan telekomunikasi di jalur MRT.

Sebagai entitas bisnis, mereka dinilai tak akan mungkin menghalang-halangi operator untuk menyediakan layanan telekomunikasi di sepanjang jalur MRT. Sebab ada teman-teman dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang akan mengawasi berdasarkan UU Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Menurut Sularsi sudah seharusnya seluruh operator memberikan layanan telekomunikasi terbaik bagi konsumennya. Termasuk di jalur MRT atau di daerah-daerah lainnya yang dinilai tidak menguntungkan.

Sularsi memperkirakan jika ada operator tidak bersedia untuk membangun di jalur MRT, ada potensi konsumennya akan kecewa dengan layanan yang diberikan oleh operator tersebut. Ini seperti komitment pembangunan.

Masyarakat akan memilih layanan telekomunikasi yang terbaik dengan harga yang terjangkau serta memiliki coverage yang luas. Baik itu di perkotaan maupun di daerah terluar Indonesia.

Jika operator tidak bisa memberikan layanan yang terbaik dan membuat konsumen kecewa, maka pelanggan akan berpotensi untuk pindah ke operator yang bisa menyediakan layanan terbaik, terluas dengan harga yang terjangkau.

“Dampaknya memang konsumen bisa meninggalkan operator yang tidak memiliki coverage dan kualitas yang terbaik. Terlebih lagi konsumen prabayar akan lebih mudah untuk swing,”terang Sularsi.

Menurut Sularsi sudah seharusnya pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika bertindak tegas dan adil kepada seluruh operator untuk memberikan layanan yang terbaik bagi konsumennya. Baik itu di perkotaan, pedesaan, daerah terpencil maupun di jalur MRT.

Hingga saat ini dinilai Sularsi masih banyak operator telekomunikasi yang hanya mementingkan keuntungan bisnis saja. Padahal mereka memiliki komitmen pembangunan yang sama. Seharusnya Kominfo bisa bertindak tegas kepada operator telekomunikasi tersebut untuk memenuhi komitment pembangunan. Termasuk di daerah tertinggal dan di jalur MRT.

“Operator jangan hanya memikirkan keuntungan saja. Tetapi harus berpikir memberikan pelayanan terbaik bagi konsumennya,”pungkas Sularsi.

Latest