Monday, June 17, 2019
Home News Feature Lima Besar Vendor Kuasai 80% Pasar Smartphone Indonesia

Lima Besar Vendor Kuasai 80% Pasar Smartphone Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Lembaga riset Canalys mengungkapkan pada kuartal keempat 2018, pengiriman smartphone Indonesia mencapai 9,5 juta unit, tumbuh 8,6% dari periode sama 2017.

Pertumbuhan yang cukup tinggi di kuartal terakhir itu, menggenapi jumlah permintaan sepanjang 2018. Menjadi total 38 juta unit. Ini adalah rekor baru, karena terdapat kenaikan hingga 17,1% dibandingkan periode 2017.

Dengan serapan sebanyak itu, Canalys menyebutkan bahwa pasar domestik kini telah pulih total dari titik terendah di 2016 (pertumbuhan tahunan -3,3%) dan 2017 (pertumbuhan tahunan 0,6%), sebagai dampak dari diberlakukannya kebijakan TKDN untuk vendor smartphone.

“Pasar smartphone Indonesia berada di puncaknya,” kata Rushabh Doshi, Manajer Riset Canalys.

Perkembangan pesat di penjualan online memicu pertumbuhan, seiring konsumen sehat yang bergairah untuk upgrade smartphone. Pada saat yang sama, merek-merek baru bergabung ke pasar.

Dengan berkaca pada pencapaian sepanjang 2018, Canalys menyimpulkan, Indonesia telah kembali ke daftar atas pasar smartphone yang terus tumbuh. Dipicu oleh lingkungan relatif stabil (peraturan dan sosial) dibandingkan dengan pasar negara berkembang lainnya.

Menurut perusahaan riset yang berbasis di Hong Kong itu, pasar Indonesia tumbuh secara konsisten sepanjang 2018, meskipun momentum sedikit melambat menjelang akhir tahun karena pelemahan rupiah terhadap dollar AS dan persaingan ketat brand-brand yang memicu penurunan harga.

Namun secara umum, kinerja Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain di wilayah Asia Tenggara. Indonesia hanya kalah oleh India yang tumbuh fenomenal.

Dalam laporan terpisah, IDC mengungkapkan tak kurang sebanyak 142,3 juta unit smartphone terserap di negeri Sharukh Khan itu pada 2018. Terkerek hingga 14,5% dibanding 2017, sebesar 124,3 juta unit.

Seperti halnya India,  persaingan vendor smartphone di Indonesia meningkat secara dramatis. Top five atau lima besar vendor sekarang menguasai 80% pangsa pasar dibandingkan 65% setahun yang lalu.

Doshi menyebutkan bahwa, gaya hidup dan perekonomian yang mulai digerakkan oleh aplikasi mobile, membuat keberadaan smartphone semakin penting.

Sehingga konsumen yang sebelumnya mengunakan feature phone mau beralih ke smartphone. Sedangkan pengguna eksisting, rela membeli smartphone baru meski harganya lebih mahal, karena pertimbangan fitur dan spesifikasi yang lebih baik.

Doshi pun meyakini, kedepan tingkat persaingan bakal semakin ketat, mengingat vendor kuat lainnya tak akan surut demi merebut pangsa pasar yang lebih baik.

“Pemain global seperti Huawei dan Apple, menempatkan Indonesia dalam rencana ekspansi jangka panjang. Saat pasar tumbuh, vendor yang lebih kecil dan vendor lokal kemungkinan akan semakin menderita karena kenaikan biaya pemasaran dan R&D, sementara perang harga yang dipicu oleh pemain-pemain global semakin kuat”, papar Doshi.

Hingga kuartal keempat 2018, daftar lima vendor penguasa smartphone di Indonesia, tidak mengalami perubahan dibandingkan kuartal sebelumnya. Samsung masih bertahan di posisi puncak dengan market share 25,4%, diikuti Xiaomi 20,5%, Oppo 19,5%, Vivo 15,9%, dan Advan 4,1%.

Sebelumnya pada kuartal ketiga 2018, riset terpisah dari IDC mengungkapkan bahwa Samsung masih menggaet 28% market share, ditempel ketat oleh Xiaomi 24%, Oppo 19%, Vivo 11%, Advan 5%, dan vendor lainnya 13%.

Dengan meningkatnya konsumen di segmen entry level dan menengah, serta permintaan di pasar online yang semakin prospektif, permintaan smartphone di Indonesia diprediksi akan terus melonjak pada tahun ini.

Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo dan Advan, sejauh ini masih menjadi penguasa industri smartphone di Tanah Air. Kelimanya terlihat digdaya karena mampu mengamankan 80% pangsa pasar.

Namun, agresifitas pemain-pemain lain, bisa saja mengubah posisi di akhir 2019 nanti. Siapa berjaya dan siapa tersungkur? Kelak waktu yang akan membuktikan.

Latest