Sunday, August 18, 2019
Home News Indosat Berikan Komunikasi Gratis 1 juta Pelanggannya Untuk Banjir Madiun

Indosat Berikan Komunikasi Gratis 1 juta Pelanggannya Untuk Banjir Madiun

-

Jakarta, Selular.ID- Indosat Ooredoo Bergerak cepat menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak bencana banjir yang melanda Kabupaten Madiun.

Indosat Ooredoo, memberikan bantuan komunikasi gratis berupa dompet pulsa kepada hampir 1 juta pelanggannya di wilayah Madiun yang berlaku hingga 22 Maret mendatang.

Tidak hanya itu, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Indosat mengoperasikan Mobil Klinik untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terdampak banjir di lokasi pengungsian.

Selain itu, Indosat Ooredoo juga mendonasikan sejumlah dana yang disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Turina Farouk, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, , mengatakan, Indosat Ooredoo sangat prihatin atas banjir yang melanda sebagian besar Kabupaten Madiun yang membuat ribuan orang terpaksa harus mengungsi.

“Kami berharap banjir segera surut dan aktivitas warga kembali normal, pembagian bantuan fasilitas komunikasi berupa kartu perdana dan pulsa gratis di lokasi pengungsian, membuat warga tetap bisa berkomunikasi dengan baik,”ujar Turina.

Turina juga menuturkan, Mobil Klinik Indosat Ooredoo akan melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan dan trauma healing/psiko-sosial untuk anak-anak, serta pembagian bantuan fasilitas komunikasi berupa kartu perdana dan pulsa gratis di lokasi pengungsian.

Sementara Ginandjar Kartasasmita, Pelaksana Harian Ketua Umum PMI menuturkan, PMI akan menyalurkan donasi kepada para pengungsi selama masa tanggap darurat.

Melalui program Mobil Klinik sebagai implementasi pilar CSR di bidang Kesehatan (Health) termasuk bantuan bencana alam.

Diketahui, hujan besar selama beberapa jam yang melanda Kabupaten Madiun mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Banjir yang terus meluas hingga terjadi di 35 desa dan 7 kecamatan mengakibatkan ribuan warga terpaksa tinggal di pengungsian. Status tanggap darurat pun dikeluarkan Bupati Kabupaten Madiun mulai tanggal 6 hingga 19 Maret 2019.

Latest