Jakarta, Selular.ID – Facebook akan menghadirkan fitur baru Clear History akhir tahun ini.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna dapat menghapus informasi yang dikumpulkan jejaring sosial tentang pengguna dari aplikasi dan situs web pihak ketiga.

Dilansir Engadget, fitur Clear History sebenarnya sudah dijanjikan sejak Mei tahun lalu, atau sebelum gelaran konferensi pengembang Facebook F8.

Saat itu masih sebuah ide yang dirancang untuk mendapatkan kembali kepercayaan pengguna yang hilang. BuzzFeed News melaporkan saat itu,

BACA JUGA:
Tiru Change.org, Facebook Hadirkan Fitur Petisi

Mark Zuckerberg, CEO Facebook menjelaskan, bahwa fitur itu bekerja untuk membantu perusahaan memperbaiki citranya setelah skandal privasi data Cambridge Analytica.

Dilatakan dia, di browser web, pengguna memiliki cara sederhana untuk menghapus cookie dan riwayat.

Idenya adalah banyak situs yang membutuhkan cookie untuk bekerja, tapi harus tetap membersihkan riwayat kapan pun dikehendaki.

“Kami sedang membangun versi ini untuk Facebook juga. Ini akan menjadi kontrol sederhana menghapus riwayat penjelajahan di Facebook, apa yang telah diklik, situs web yang dikunjungi, dan sebagainya,” kata Zuckerberg

BACA JUGA:
Halaman Saracen Abu Janda Dihapus Facebook

Jadi alat seperti Clear History dapat memiliki dampak besar pada kemampuan Facebook untuk menargetkan iklan. Dan menghasilkan pendapatan jika cukup banyak pengguna secara aktif menghapus informasi yang dikumpulkan tentang aktivitas online mereka.

Namun, terlepas dari dampaknya pada bisnis iklan Facebook, perusahaan kemungkinan tidak menampilkan iklan yang relevan kepada pengguna. Zuckerberg melihat fitur itu sebagai kebutuhan untuk memenangkan kembali kepercayaan pengguna.

BACA JUGA:
Serangan Cyber Bukan Penyebab Layanan Facebook CS Down

“Setelah melalui sistem kami, ini adalah contoh dari jenis kontrol yang kami pikir harus Anda miliki,” tulisnya dalam posting pengumuman Clear History.

Pihak Facebook mengabarkan bahwa Clear History akan diuji coba dalam waktu dekat, untuk memastikan tool bekerja dengan baik.

“Kami ingin memastikan ini bekerja seperti seharusnya pada semua orang di Facebook, yang akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan,” ujar pihak Facebook.