Wednesday, August 21, 2019
Home News Market Update Penjualan Xiaomi Ternyata Jauh Lebih Buruk Dibandingkan Apple

Penjualan Xiaomi Ternyata Jauh Lebih Buruk Dibandingkan Apple

-

Jakarta, Selular.ID – Alih-alih bertumbuh, pasar smartphone di China terus mengalami tekanan. Tahun lalu, total penjualan ponsel cerdas di pasar terbesar di dunia itu hanya berjumlah 396 juta unit.

Jauh menurun sebanyak 14% dari 2017. Itu adalah pencapaian terendah sejak 2013, menurut laporan perusahaan riset Canalys.

Canalys menyebutkan bahwa kuartal terakhirdiakhiri dengan penurunan 15% dari periode sama tahun 2017. Angka itu mengkalkulasi tujuh kuartal berturut-turut dengan pengiriman yang lebih rendah.

Anjloknya pemintaan berimbas pada performa dua vendor di lima besar, Apple dan Xiaomi. Apple masih mempertahankan posisi lima di China dengan pangsa pasar 9%, sama dengan kinerjanya pada 2017.

Akan tetapi, perusahaan mengirimkan 20% lebih sedikit unit di negara ini pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bloomberg melaporkan bahwa perang dagang antara AS dan China, membuat sentimen masyarakat China semakin menguat terhadap iPhone. Akibatnya permintaan terhadap iPhone terus menurun.

Mereka pun banyak beralih ke merek lokal lain, seperti Huawei, Oppo dan Vivo. Di sisi lain, harga iPhone baru – XS, XS Max dan XR – dianggap terlalu mahal.

Seperti halnya Apple, Xiaomi juga mengalami penurunan tajam di pasar China. Menurut laporan Bloomberg, pengiriman Xiaomi telah turun hingga 35% dalam beberapa bulan terakhir tahun 2018.

Laporan Bloomberg, mengutip sebuah studi yang dilakukan oleh IDC di mana telah terungkap, bahwa karena koreksi persediaan dan restrukturisasi internal, membuat kinerja Xiaomi sepanjang 2018 terbilang buruk.

Merek smartphone papan atas di China tahun lalu adalah Huawei. Vendor yang berbasis di Shenzen itu, mengirimkan 16% lebih banyak unit daripada pada tahun 2017 dengan pengiriman 105 juta handset. Pencapaian itu mendorong pangsa pasar melonjak signifikan, 27% dari 20%.

Meskipun menurun 2% dalam pengiriman, Oppo mengambil tempat kedua dengan 20% pangsa pasar ponsel pintar China tahun lalu. Itu naik dari 2017 dengan perolehan market share 18%.

Ditempat ketiga ditempati Vivo. Vendor yang masih satu grup usaha dengan Oppo ini, mampu meningkatkan pengiriman sebesar 9% di pasar yang lemah. Perusahaan sekarang memiliki market share 20% di China.

Xiaomi memang masih berada berada di peringkat keempat dalam hal pengiriman di China. Vendor yang identik dengan harga murah itu, terus tumbuh di di berbagai negara utama sepetrti India dan Indonesia.

Sayangnya performa yang buruk di pasar dalam negeri telah menimbulkan kekhawatiran yang cukup dalam bagi para analis. Apakah Xiaomi masih mampu mempertahankan posisi di lima besar pada tahun depan?

Latest