Wednesday, June 19, 2019
Home News Feature Menakar Ambisi India Merebut Pasar 5G Dunia

Menakar Ambisi India Merebut Pasar 5G Dunia

-

Jakarta, Selular.ID – Kehadiran 5G diprediksi menjadikan India sebagai salah satu pemain kunci. Bahkan vendor jaringan telekomunikasi terbesar di dunia, Huawei, meyakini bahwa negeri Bolywood itu memiliki potensi menjadi pasar 5G terbesar kedua setelah China, untuk seluruh industri dalam 10 tahun mendatang.

“Saya pribadi percaya dengan pasar India yang sangat besar. Negeri ini akan menjadi pemain kunci dalam pertumbuhan 5G dan akan menjadi yang kedua setelah China,” kata James Wu, Presiden Huawei Technologies, wilayah Asia Tenggara, dalam gelaran MWC Barcelona 2019.

James menyebutkan bahwa Hong Kong akan menjadi pasar pertama yang menggunakan teknologi 5G di wilayah Asia Timur.

“Tiga negara lain, masing-masing Thailand, India dan Vietnam, juga akan mengikuti Hong Kong dengan meluncurkan 5G,” tambahnya.

Huawei mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan operator telekomunikasi India. Perusahaan berencana untuk melakukan uji coba lapangan 5G yang mungkin terjadi pada paruh kedua tahun ini.

Saat ini Huawei bersama dengan mitra operator telekomunikasi setempat,  sedang menunggu persetujuan untuk alokasi spektrum dari otoritas telekomunikasi India.

Huawei sendiri sangat berkentingan dengan India. Pasalnya, sejak setahun lalu, pihaknya telah berada di bawah pengawasan global, setelah AS mengangkat isu keamanan tentang peralatan 5G, mengingat kedekatan mereka dengan pemerintah China.

AS bahkan telah meminta sekutunya untuk melarang peralatan 5G yang dipasok dari Huawei. Empat negara masing-masing Kanada, Jepang, Selandia Baru, dan Australia telah menyetujui pelarangan Huawei berpartisipasi dalam pembangunan jaringan 5G.

Atas tekanan tersebut, Huawei telah meminta bukti dari AS dan menuduh pemerintah lain melakukan kesalahan. Vendor yang berbasis di Shenzen itu, mengatakan bahwa informasi tersebut, jika ada, setidaknya harus diungkapkan kepada perusahaan penerbangan. Mengingat industri telekomunikasi dan penerbangan, memiliki tingkat kerentanan yang sama.

Eksekutif mengatakan bahwa Huawei melokalisasi teknologi yang telah terbukti secara global, dan saat ini bekerja di perusahaan telekomunikasi India dalam memvalidasi teknologi yang merupakan inti dari 5G di masa depan.

Huawei juga terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah India, dalam upaya menyiapkan uji jaringan 5G untuk mengembangkan kasus penggunaan baru (use case) sekaligus menguji keandalan teknologi 5G yang dikembangkan oleh Huawei.

“Jika ada rencana dari pemerintah India mengundang kami untuk test jaringan 5G, tentu saja kami akan menyambutnya,” kata eksekutif perusahaan itu.

Digital India

Terlepas dari memanasnya hubungan Huawei dengan AS dan para sekutunya, India sendiri berambisi menjadi kekuatan ekonomi digital. Demi mengejar ambisi itu, pemerintah bertekad untuk meluncurkan layanan 5G pada 2022.

Langkah tersebut juga merupakan respon dari rencana tiga negara Asia Timur yang akan meluncurkan 5G dalam waktu dekat.

Pada sesi wawancara dengan Bloomberg, Sekretaris Kementerian Telekomunikasi India, Aruna Sundararajan, mengatakan bahwa peluncuran 5G dapat dilakukan 2022, sekitar dua hingga tiga tahun setelah Korea Selatan, Jepang dan China meluncurkan jaringan 5G mereka.

Seperti diketahui, Korea Selatan dan Jepang merencanakan peluncuran 5G pada 2019. Langkah yang sama juga akan diikuti oleh China pada 2020.

Sundararajan mengatakan, dalam tiga tahun ke depan masyarakat India belum dapat menikmati layanan 5G. Pasalnya, ekosistem 5G perlu didorong oleh rantai pasokan, sehingga akan menciptakan permintaan.

Pihaknya pun berharap seluruh kalangan industri dapat bersinergi agar layanan 5G dapat sepenuhnya diluncurkan pada 2022.

Penerapan 5G di India memang memerlukan waktu. Pasalnya, akibat agresifitas pemain baru, Reliance Jio hampir tiga tahun lalu, saat ini operator India masih terlibat dalam perang tarif 4G yang tak berkesudahan. Akibat perang tarif, kinerja para operator incumbent tak lagi biru.

Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, India kini menjadi pasar ponsel terbesar kedua di dunia di belakang China. Namun negeri yang dikenal sebagai anak benua Asia itu, secara tradisional kerap tertinggal di belakang tiga pemain utama (China, Jepang dan Korsel) dalam hal peluncuran teknologi.

Kondisi itu menjadi dorongan besar bagi Perdana Menteri  Narendra Modi, untuk memperkuat India sebagai kekuatan layanan digital dalam beberapa tahun ke depan.

Sehingga upaya untuk menerapkan 5G akan membuktikan langkah signifikan dalam mengembangkan inisiatif “Digital India” yang diprakarsai oleh PM Modi.

Dengan latensi rendah dan akses internet yang meluas dengan kecepatan tinggi, teknologi 5G akan membantu berkembangnya berbagai industri baru, sekaligus mendukung rencana pemerintah untuk membangun kota-kota pintar di seantero negeri.

“Jika kita ingin kota pintar, jelas kita memerlukan infrastruktur pintar untuk merealisasikan hal itu,” tambah Sundararajan.

Di sisi lain, analis dari Sanford C. Bernstein, Christopher Lane mengatakan kepada Bloomberg, bahwa sedikit tertinggalnya India dari perlombaan 5G dapat terbukti bermanfaat bagi negara dalam jangka panjang.

“India memerlukan Cina untuk meluncurkan 5G. sekaligus mendorong skala ekonomi dan handset 5G yang lebih rendah,” kata Christopher.

Otoritas Regulator Telekomunikasi India (TRAI) beberapa waktu lalu telah menguraikan proposal untuk merilis frekuensi 5G pada pita 3.6GHz. Namun harga lelang diperkirakan akan tetap tinggi menurut standar internasional. Sejauh ini tanggal untuk penetapan lelang juga belum diumumkan secara resmi oleh TRAI.

Making in India

Jika rencana peluncuran 5G dapat terlaksana pada 2022, India dapat mengejar ketertinggalan dengan China, Jepang dan Korsel. Ekonomi India juga dapat terdongkrak, mengingat 5G akan memberi dampak yang sangat besar.

Menurut Menteri Telekomunikasi India Manoj Sinha, 5G akan menghasilkan lebih dari USD1 triliun pada ekonomi India.

“5G akan menjadi game changer. Dampak ekonomi 5G akan menjadi lebih dari USD1 triliun untuk India, dan efek pengali yang diharapkan diharapkan akan jauh lebih banyak”, ujar Sinha.

Demi mengejar potensi tersebut, kebijakan strategis sangat diperlukan,  agar pembangunan infrastruktur 5G bisa semasif jaringan 4G.

Saat ini Pemerintah telah membentuk kelompok kerja, berdasarkan rekomendasi profesor 5G yang dikepalai profesor Universitas Stanford, AJ Paulraj.

Sinha menegaskan, meski sedikit terlambat, India tidak akan ketinggalan dalam perlombaan 5G. Ia pun berharap perusahaan telekomunikasi dapat melakukan uji coba lapangan selama 12 bulan ke depan.

Kelak, beragam inisiatif unggulan pemerintah seperti Digital India dan kota-kota pintar kelak akan menggunakan teknologi yang lebih baru, imbuh Sinha.

Langkah terukur India dalam upaya meluncurkan 5G  pada 2022, menunjukkan bahwa otoritas di India terlihat memainkan peran yang lebih luas dari sekedar pasar.

India berusaha mengawinkan penetrasi smartphone yang terus meningkat, dengan teknologi 5G yang akan mengubah landscape industri.

Menurut laporan IDC, pasar smartphone di India terus melonjak dengan pertumbuhan dua digit. Tahun lalu tak kurang 142,3 juta unit smartphone terserap di negeri Sharukh Khan itu. Terkerek hingga 14,5% dibanding tahun sebelumnya, sebesar 124,3 juta unit.

Meledaknya penjualan smartphone di India, berbanding terbalik dengan China yang terus menurun sepanjang dua tahun terakhir. Tahun lalu, total penjualan ponsel cerdas di pasar terbesar di dunia itu hanya berjumlah 396 juta unit.

Anjlok sebesar 14% dari 2017. Itu adalah pencapaian terendah sejak 2013, menurut laporan perusahaan riset Canalys.

Kehadiran 5G di India dipastikan akan membuat pasar semakin dinamis. Menurut laporan perusahaan riset pasar teknologi CyberMedia Research (CMR), pengiriman smartphone 5G di negeri itu diprediksi akan melebihi 140 juta unit pada tahun 2025. Pertumbuhan sebesar 250 persen.

Di sisi lain, populasi yang besar dibarengi dengan permintaan yang terus melonjak setiap tahunnya, membuat India memiliki daya tawar tinggi.

Lewat kampanye “Making in India”, negeri aktor Sharukh Khan itu, pada akhirnya bisa memaksa vendor untuk terlibat langsung. Salah satunya lewat pembangunan pabrik.

Pada akhir tahun lalu, Samsung memutuskan untuk membangun pabrik ponsel terbesar di dunia yang berlokasi di pinggiran New Delhi. Raksasa Korea itu rela menutup salah satu pabriknya di China karena pasar yang terus menciut di gerus oleh brand-brand lokal, seperti Huawei, Oppo dan Vivo.

Selain Samsung, pemerintah India juga sukses memaksa Apple membangun pabrik yang berlokasi di Bengaluru pada 2017. Ini adalah pabrik ketiga Apple, setelah China dan Brazil.

Pemain nomor satu di India, Xiaomi, bahkan sudah memiliki enam pabrik di India. Dua diantaranya berlokasi di Noida (Uttar Pradesh). Lainnya terletak di Sri City, Andhra Pradesh dan Sriperumbudur (Tamil Nadu).

Latest