Jakarta, Selular.ID – Guna menjaga layanannya tetap aman dari prilaku negatif seperti hoaks, dan ujaran kebencian. WhatsApp secara rutin telah menghapus sekira dua juta akun setiap bulan.

Seperti dilaporkan, Tech Zim akun-akun yang dihapus menunjukan perilaku negatif.

Menurut WhatsApp hal ini penting selama masa pemilu di beberapa Negara. Pasalnya kelompok tertentu mencoba untuk mengirim pesan dalam skala besar seperti hoaks, dan ujaran kebencian.

BACA JUGA:
Resmi, WhatsApp Batasi Forward Pesan

Dijelaskan WhatsApp, platformnya dapat mendeteksi dan memblokir banyak akun sebelum mereka mendaftarkan mencegah mereka mengirim satu pesan.

WhatsApp juga mengatakan memfasilitasi pelatihan untuk partai-partai politik di negara-negara bagian yang ikut pemilihan pada 2018.

“Terlepas dari tujuannya apa, pengiriman pesan otomatis dan massal melanggar ketentuan layanan kami. Dan salah satu prioritas kami adalah mencegah dan menghentikan penyalahgunaan semacam ini,” jelas WhatsApp

BACA JUGA:
Berikan Keamanan Lebih, WhatsApp Kenalkan Fitur Fingerprint

Pada pertengahan Januari 2019, WhatsApp telah meluncurkan fitur baru untuk membatasi pesan forward. Tepatnya pengguna WhatsApp di 5 negara yang dipilih termasuk Indonesia, hanya dapat meneruskan pesan ke 5 akun.

Tidak saja WhatsApp, media sosial lain juga melakukan hal yang sama. Menurut The Guardian, Facebook juga tahun lalu telah menghapus 1,5 miliar akun dalam enam bulan, sebagai bagian dari tindakan terhadap informasi yang salah dan spam. Sementara Twitter mencabut jutaan akun bermasalah pada Juli tahun lalu.